Lakukan Pengabdian Masyarakat, Akademisi Unmus Gelar Pelatihan di Distrik Waninggap Nanggo

Seiring dengan terus berlangsungnya masa pandemi Covid-19 saat ini tidak menyurutkan semangat para dosen dari Universitas Musamus Merauke untuk terus berdedikasi pada ilmu pengetahuan dengan terus melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat.


Hal tersebut sebagaimana yang dilakukan oleh dua orang dosen muda dan energik dari Universitas Musamus Merauke, Klemens Alrin Rahangmetan dan Marsujitullah yang telah melakukan pengabdian kepada masyarakat di Kampun Waninggap Nanggo.

Pengabdian masyarakat dengan tema “Pelatihan Pembuatan Propeler Motor Ketek Menggunkan Tanur Crubcible di Kampung Waninggap Nanggo” ini turut pula melibatkan beberapa orang Mahasiswa yang diperbantukan untuk dapat belajar dan terlibat secara langsung.

Kegiatan pengabdian yang menghabiskan waktu selama 15 hari dari tanggal 06 Juli sampai dengan 23 Juli 2020 itu dikuti secara antusias oleh masyarakat Waninggap Nanggo khususnya masyarakat Orang Asli Papua yang begitu tertarik sebab pelatihan tersebut sangat berpengaruh terhadap kemajuan perekonomian masyarakat.

Ketua Tim Pengabdian masyarakat Klemens A. Rahangmetan mengatakan hal terseut dilakukan sebagai wujud tanggung jawab mereka sebagai dosen dalam melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi.

“Sebagai dosen, tri darma perguruan tinggi harus tetap terlaksana, meskipun dengan keadaan seperti saat ini, oleh karena itu pengabdian masyarakat yang merupakan salah satu poin tri darma perguruan tinggi dilaksanakan secara maksimal, selain itu pengabdian masyarakat ini juga di biayai oleh Anggaran (DIPA) Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kementrian Riset, Teknologi/Badan Riset Nasional.” Ucapnya

Lanjut dirinya mengatakan bahwa pelatihan ini Pelatihan pengecoran propeller dilaksanakan di kampung Waninggap Nanggo dengan melibatkan para pemuda yang diberi pelatihan pengecoran agar dapat membuat propeller motor tempel/ketek, sehingga dapat menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang handal dikampung Waninggap Nanggo yang tentunnya akan menjadi bekal dalam pemanfaatan teknologi yang semakin berkembang.

Menurutnya bahwa tujuan Pelatihan pengecoran bagi industri rumah tangga merupakan suatu teknologi yang mana para pemuda kampung di latih untuk dapat melakukan pengecoran yang bahan bakunya berasal dari bahan aluminium bekas yang juga mempunyai sifat mekanik yang baik karena terdapat campuran dari paduan-paduan yang terdapat pada aluminium tersebut.

Dijelaskan, dalam pelatihan pengecoran propeller motor ketek merupakan pelatihan yang menggunakan tungku/tanur crucible sebagai alat untuk melebur aluminium yang penggunaan bahan bakar yang digunakan tentu memiliki pengaruh pada saat proses peleburan aluminium, maka kayu bus merupakan alternatif yang diambil karena kayu bus banyak terdapat di kabupaten Merauke, kayu bus memiliki nilai kalor yang baik dalam proses peleburan aluminium yaitu berkisar 3928 – 4106 kkal/kg. Pelatihan Indrusrti pengecoran skala rumah tangga ini juga merupakan gagasan baru yang dilakukan, karena di kabupaten Merauke belum terdapat industri pengecoran aluminium khususnya pembuatan propeller motor tempel/ketek dua blade (dua daun) dengan ukuran 9 mm dan berhasil menghasilkan 5 buah propeler dari hasil pelatihan yang dilaksanakan.

Klemens A. Rahangmetan menegaskan, pelatihan ini akan terus di kembangkan sehingga masyarakat di kampung Waninggap Nanggo nantinya dapat dikembangkan pembuatan propeller motor tempel/ketek yang mana propeller tersebut. mengingat, hasil yang ada, nantinya dapat digunakan sendiri maupun dapat di jadikan sebagai mata pencaharian bagi masyarakat yang tentunya diharapkan mendapat perhatian dari pemerintah kampung Waninggap Nanggo.