Pemuda Marind Minta Sirkuit Kebun Cokelat Menggunakan Nama Frederikus Gebze

Kurang lebih hampir sepekan Masyarakat Provinsi Papua memperbincangkan dan memperdebatkan keputusan pergantian nama Stadion Papua Bangkit yang dipersiapkan untuk terselenggarakannya Pesta Olahraga Nasional (PON) XXI menjadi Stadion Lukas Enembe. 


Kabupaten Merauke diketahui sendiri akan menjadi salah satu tempat terselenggaranya PON XX dengan beberapa cabang olahraga dan salah satunya adalah Balap Motor. 

Ketua Pemuda Marind, Fransiskus Ciwe ketika diwawancarai mengatakan bahwa Sirkuit Balap Motor yang dibangun dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sampai hari ini belum mempunyai nama yang resmi ditetapkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Sabtu, (24/10) 

"Kami dari Masyarakat Kabupaten Merauke dalam hal ini adalah Pemuda Marind melihat bahwa mesti ada pemberian nama untuk sirkuit itu dan kita Pemuda Marind ingin mengusulkan khusus untuk sirkuit itu menjadi nama Sirkuit Frederikus Gebze dan juga nanti jembatan Tujuh Wali-wali kalau bisa namanya menjadi Thobias Berme Gebze." Ungkapnya

Menurut Ciwe ini tentunya bukan tanpa alasan terutama kepada Frederikus Gebze karena ada beberapa alasan yang menjadi dasar diusulkannya nama tersebut menjadi nama Sirkuit. 

"Jadi kami berfikir untuk memberikan penghargaan karena disaat beliau memimpin Kabupaten Merauke beliau juga ikut berjuang bagaimana Kabupaten Merauke bisa menjadi salah satu tempat penyelenggaraan." Jelasnya

Ciwe menambahkan bahwa nilai-nilai kesederhanaan yang ada pada diri Frederikus Gebze inilah yang diharapkan dapat diturunkan kepada generasi muda dan generasi yang akan datang. 

"Yang ingin saya tekankan adalah semangat juang yang ada pada pak Fredy. Kesederhanaan yang ada sehingga nilai-nilai itu bisa turun kepada kita, serta tanggup jawab beliau supaya tetap menjaga ketokohan karena kita ingin supaya ada Rules Model dari seorang pemimpin yang mempunyai tanggung jawab moril yang tinggi untuk Daerah ini." Tegasnya

Ciwe pun berharap dengan terbangunnya Sirkuit Balap Motor ini dapat menjadi sebuah bangunan Monumental dan Simbol dari perjuangan sehingga Masyarakat tidak boleh menyerah dengan keadaan dan harus berjuang mengejar ketertinggalan untuk saling berlomba secara sehat.

"Bahwa kita tetap menjadi Anim Ha sejati dan menjadi orang hebat dan besar tetapi tetap menjaga kesederhanaan dan itu ada di Frederikus Gebze." Tutupnya