Perlahan Tapi Pasti, Kapolres Merauke Wujudkan Komitmennya Melestarikan Lingkungan

Kapolres Merauke AKBP Untung Sangadji
Kapolres Merauke AKBP Untung Sangadji

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Merauke, AKBP Untung Sangadji perlahan namun pasti membuktikan apa yang menjadi komitmennya selama akan menjalankan tugas di Kabupaten Merauke.


Saat diwawancarai secara eksklusif bersama Rmol Papua di ruang kerjanya, AKBP Untung Sangadji menjelaskan beberapa program yang akan dilakukannya antara lain Program pembersihan rumah-rumah Ibadah, Pasar, Pantai, Pembuatan Sertifikat, Pelestarian Flora dan Fauna, Peduli Kasih serta Program Ketrampilan dan Kerjajinan lainnya yang akan dimulai tanggal 15 November 2020. Rabu, (11/11) 

"Saya mau bersih-bersih di Rumah-rumah Ibadah yang ada di Kabupaten Merauke, termasuk membersihkan Pasar dan juga Pantai untuk kawasan wisata masyarakat, kemudian pembuatan 5.000 sampai 9.000 sertifikat dan Kepala BPN sudah setuju, kemudian pelestarian hutan lindung yaitu flora dan fauna, sehingga tidak sembarang orang menebang bila perlu harus dilatih agar punya budaya tanam sehingga kedepannya orang bisa melihat pohon yang indah, lalu peduli kasih yang mana saya telah mendata semua tukang sampah, tukang cabut rumput yang nanti akan saya asuransikan karena ini menyangkut hajat hidup dan hak mereka." Jelasnya

Kapolres AKBP Untung Sangadji mengatakan bahwa kemarin-kemarin dirinya sempat menangkap beberapa masyarakat yang suka membuat onar tetapi pada akhirnya dirinya mengetahui bahwa mereka ini butuh uang dan butuh pekerjaan sehingga dirinya akan menunjukan bahwa sampah pun bisa menjadi uang dengan membuat hasil-hasil kerajinan yang nantinya bisa dibeli. 

"Mereka boleh berangkat dengan keterampilan itu agar jangan membuat onar saja tetapi juga harus bertanggung jawab jadi orang yang baik, yang pintar, menghasilkan uang, tidak menunggu pemerintah turun tangan dengan kepedulian sosialnya tetapi mau serta merta dididik jadi pintar, terampil, bergengsi dan mempunyai penghasilan, juga untuk orang-orang yang saya tangkap jangan marah menyangkut minuman keras lokal oplosan yang bisa membuat orang mati karena akan saya ganti dengan keterampilan membuat minyak goreng dan nantinya batok kelapanya akan dibuat kancing karena peralatannya semua sudah saya beli sebanyak enam unit dari sumbangan teman-teman." Ungkapnya

Dirinya bertekad untuk mengembangkan dan mendidik masyarakat dengan senang hati karena merasa Kabupaten Merauke sudah seperti kampungnya sendiri. 

"Saya polisi toh, jadi kalau saya sudah bilang ini saya punya kampung berarti saya harus datang dan saya harus perduli dengan saya punya sikap sempurna sebagai seorang polisi abdi masyarakat apalagi saya ini kapolres, malu dong kalau sudah dikasih gaji lalu siang-siang sudah pulang dan saya tidak mau karena terkadang saya pulang, saya tidak mau mencari untung dan mencari citra karena saya ingin menjalankan tugas kepolisian saya sebagai pelindung, pengayom, penegak hukum yang baik walaupun mungkin saya tidak penting tapi biarkan mereka merasakan jika saya sudah tidak ada disini nanti karena saya berfikir kapan lagi saya berbakti di wilayah timur, jadi saya ingin menjadi contoh dan semoga apa yang saya lakukan ini bisa disikapi dengan baik." Pungkasnya