Stafsus Presiden Billy Mambrasar Kunjungi Persatuan Petani Milenial Merauke

Petani Milenial saat melakukan foto bersama Stafsus Kepresidenan Billy Mambrasar. Rabu (19/11)
Petani Milenial saat melakukan foto bersama Stafsus Kepresidenan Billy Mambrasar. Rabu (19/11)

Staf Khusus (Stafus) Kepresidenan Milenial, Billy Mambrasar tiba di Kabupaten Merauke dalam rangka melakukan kunjungan kerja.

Dalam kunjungan kerja tersebut dirinya menyempatkan waktu bertemu dengan Persatuan Petani Milenial di wilayah SP 3, Distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke. Rabu (18/11)

Kepada Rmol Papua Ketua Persatuan Petani Milenial Kabupaten Merauke, A. Simanullang menyampaikan terimakasihnya kepada Stafsus Kepresidenan Billy Mambrasar karena telah menyempatkan waktu untuk bersilaturahmi dengan Persatuan Petani Milenial.

Menurutnya Persatuan Petani Milenial adalah suatu komunitas yang terbentuk berdasarkan aspirasi dari para pemuda Merauke yang mengharapkan adanya persatuan dari para petani Merauke yang tertarik dan ingin berinovasi dalam hal pertanian.

“Petani milenial terbentuk karena adanya saran dan ide dari masyarakat dan anak – anak muda Merauke yang memiliki ketertarikan dalam dunia pertanian serta ingin berinovasi dalam dunia pertanian.” Ucapnya

Menurutnya selama ini sektor pertanian di Kabupaten Merauke masih kurang maksimal, sehingga tujuan awal dari bentuknya komunitas Persatuan Petani Melenial Merauke ini dapat dapat menjadi salah satu faktor pendukung untuk memajukan sektor pertanian di Kabupaten Merauke.

“Tujuan dari dibentuknya Komunitas Petani Milenial ini adalah untuk memajukan sektor pertanian diwlayah Merauke yang dimana selama ini sektor pertanian diwilayah Merauke ini kurang begitu maksimal jadi adanya wadah ini pihak – pihak petani sektor swasta, pengusaha, anak – anak muda yang punya inovasi, dan mahasiswa membuat suatu wadah yang bernama persatuan petani milenial.” Terangnya

Dirinya megatakan sampai sejauh ini Persatuan Petani Milenial Merauke melakukan inovasi dalam bidang idusitri pertanian dengan meciptakan mesin pengering padi Bed Dryer yang menggunakan bahan bakar dari sekam sehingga dapat digunakan oleh para Pentani untuk mengeringkan padi dengan hasil tani lainnya.

“Sampai sejauh ini kita persatuan petani milenial telah bernovasi dengan menciptakan penemuan alat pengering padi bad dryer berbahan bakar sekam dan kayu berkapasitas besar skala besar kapasitas 20 Ton sampai 30 Ton dan kapasitas kecil 10 Ton sampai 15 Ton, dan ini sudah terwujud.” Jelasnya

Dirinya memastikan bahwa kehadiran Persatuan Petani Melenial ini adalah murni untuk kegiatan sosial dalam hal berinovasi demi meajukan Pertanian di Kabupaten Merauke, dan tidak berafiliasi dengan kegiatan politik apapun.