Peresmian Kantor Yayasan Maga Edukasi Papua (MEP) & Sekretariat Pendirian Universitas Internasional Papua (UIP)

Kegiatan peresmian gedung kantor yayasan Maga Edukasi Papua (MEP) dan sekretariat pendirian Universitas Internasional Papua (UIP) dilangsungkan di halaman kantor MEP dan Sekretariat UIP. Jumat (8/7).


Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh segenap pengurus yayasan MEP, beserta seluruh staf dan guru dari empat unit lembaga. Keempat unit lembaga yang dimaksud adalah Papua Language Institute (PLI), Papua Research Centre (PRC), dan Papua International Learning Centre (PILC), serta Universitas Internasional papua (UIP) yang saat ini telah dalam tahapan menunggu pengesahan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Acara peresmian dimulai dengan Ibadah Syukur bersama yang dipimpin oleh Pdt. Jimmy Koirewoa yang juga sekaligus menjabat sebagai Deputi Academic Manager bagian konselor siswa-siswi binaan PLI. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Selaku Manager Academic, Dr Willem Burung diberikan kesempatan terlebih dahulu untuk menyampaikan sambutannya, di mana ia menjelaskan mengenai lika-liku proses persiapan UIP. Pada saat yang sama ia pun turut memperkenalkan anggota tim persiapan UIP yang selama ini telah bekerja keras dalam mempersiapkan segala kebutuhan administratif untuk memenuhi berbagai syarat pendirian universitas. Tim pendirian UIP yang hadir terdiri dari Dr, Izak Morin, Dr Yanne Ansanay, Korinus Waimbo, dan Ivona Dorobia. “Semua anggota tim pendiri UIP ini, adalah orang-orang hebat, mereka bisa diibaratkan tulang punggung dalam mengurusi berbagai hal terkait perizinan IUP ini, masing-masing melakukan tugasnya sesuai porsi keprofesionalannya. Tanpa mereka, saya tdk bisa bikin apa-apa. Kalau mau berhasil mengerjakan hal-hal seperti ini, kuncinya adalah libatkan perempuan, mereka cekatan, ulet dan teliti” tegasnya sambil disambut tepuk tangan para tamu undangan.

Di akhir sambutannya, manager academic yang akrab disapa Bapa Wim ini, mengungkapkan bahwa, “untuk membangun Papua, tidak hanya dibutuhkan orang pintar saja, melainkan juga yang selalu mengandalkan Tuhan. Papua tidak bisa dibangun hanya dengan Ilmu semata, melainkan juga dengan Injil. Keduanya harus seimbang antara injil (iman) dan ilmu. Selain itu yang perlu diingat adalah bahwa yang bisa membangun tanah Papua ini adalah orang Papua itu sendiri”

Sementara itu Samuel tabuni selaku Founder dan CEO Yayasan maga Edukasi Papua dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa semua capaian yang dilihat pada hari ini, bukan semata karena kerja kerasnya, melainkan karena atas anugerah Tuhan dan berkat kerjasama seluruh tim yang tergabung dalam Yayasan MEP dan yang ada dalam lembaga-lembaga di bawah Yayasan. Sambil menyebutkan nama satu-persatu sejumlah staf, guru dan pengurus Yayasan, ia menyampaikan ungkapan terima kasih sekaligus mengapresiasi kerjasama dan kerja keras seluruh tim. Ia mengungkapkan bahwa, untuk membangun papua, dibutuhkan kesatuan semua suku, baik yang di pegunungan, pesisir, maupun di dataran rendah. “tanpa persatuan semua suku yang hidup di atas tanah ini, tanpa Kerjasama semua elemen masyarakat papua dari berbagai latar belakang suku dan golongan maka pembangunan Papua akan begitu-begitu saja. Tuhan tidak akan memberkati setiap usaha kita dalam membangun papua apabila, kita tidak bersatu berkolaborasi membangun tanah yang kita cintai ini.” Di saat yang sama ia juga mengatakan bahwa dengan universitas yang sedang dirintis ini, kedepan saya yakin dapat menolong anak-anak Papua. Di mana anak-anak Papua dapat belajar dengan kualitas pendidikan berskala internasional tanpa harus ke luar negeri. “kami akan mendatangkan pengajar-pengajar terbaik, baik yang merupakan anak-anak asli Papua, maupun para pengajar yang memang berasal dari luar negeri dengan latar belakang ilmu yang sesuai dengan kebutuhan kita disini. Kami juga tidak hanya ingin anak-anak Papua menjadi hebat dalam bidang sains saja, melainkan juga memiliki karakter yang baik, serta mengenal betul akan identitas diri dan akar budayanya, itu sebabnya kami menyediakan program studi antropologi” ungkapnya. 

Sementara itu dalam konferensi pers di akhir acara, Korinus Waimbo selaku Managing Director juga menjelaskan bahwa kampus ini, rencananya akan menyediakan dua fakultas sebagai tahap awal. Pertama, adalah Fakultas Science & Technology dengan program studi yang meliputi Industrial Engineering, Energy Sistem Engineering, Physics Engineering, dan Aviation Engineering. Kedua, adalah fakultas Teachers Training & Education yang program studinya meliputi English Education, Anthropology Education.