Efek dari virus covid-19 bukan saja dialami pedagang sayur, pedagang ikan asin atau usaha kecil lainnya yang mengalami penurunan pendapatan secara drastis, namun para nelayan di Pantai lampu satu pun terkena imbasnya.
- Sebanyak 1400 Vaksin Sinovac Tiba di Kabupaten Kepulauan Yapen
- Covid-19 kembali Beraksi di Boven Digoel, Bupati Hengki Serukan Masyarakat Patuhi Prokes
- dr Meily: Kerjasama Kepala Kampung Biwage Kunci Sukses Sosialisasi Kesehatan di Boven Digoel
Baca Juga
Menurut penuturan salah satu nelayan di lampu satu, bapak Endre sebelum virus covid-19 mewabah penghasilannya mencapai 500 ribu sampai 700 ribu perharinya, namun semenjak virus ini mewabah di Kabupaten Merauke penghasilan mereka menurun drastis, bahkan hampir tidak ada penghasilan sama sekali.
Menurunnya hasil pendapat perharinya bukan karena hasil tangkapan mereka berkurang atau sedikit.
Namun, karena kurangnya para penada yang datang membeli hasil dari tangkapan mereka, sehingga mempengaruhi nilai rupiah yang seharusnya didapat oleh para nelayan .
"Kita tidak ada hambatan untuk pergi melaut tapi susah untuk kita jual, seumpama kita dapat ikan hari ini kita tunggu lagi sampai 3 hari atau 4 hari baru ikan itu bisa habis terjual, ini yang bikin kita susah karena su tidak ada pembeli seperti biasanya, kata bapak Endre saat di temui Reporter RMOL Papua, Selasa (7/4). 
- RSUD Elfrida Sara di Distrik Kenyam Kabupaten Nduga di Rusak oleh Orang Tak Dikenal
- Pemkot Jayapura Lakukan Sosialisasi Protokol Kesehatan Dan Pentingnya Menggunakan Masker
- Peserta Vaksin Anak di Gerai Vaksin Presisi Polres Boven Digoel Mengalami Peningkatan