Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusahan Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Papua Barat Daya Masa Bhakti 2026-2029, melakukan audiensi bersama Bank Mandiri KCP Sorong.
- PASTIKAN KESIAPAN PEMBUKAAN LAHAN TAHAP SELANJUTNYA, DANYONIF 757/GHUPTA VIRA MENGECEK KESIAPAN ALSINTAN DAN PERSONEL YONIF 757/GV
- Presiden Jokowi Tekankan Kemandirian Pangan di Merauke: Solusi Krisis Pangan Global dan Pemulihan Ekologis
- Impor Beras Bakal Ditambah Lagi dari 2 Juta Jadi 3,6 Juta Ton di 2024
Baca Juga
Pertemuan ini menindak lanjuti diskusi pada Forum Bisnis Daerah (FORBISDA) dengan pemanteri dari Bank Mandiri KCP Sorong.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Bidang II - Keuangan, Perbankan, dan Perencanaan Pembagunan, Karol R. Wojtyla Kamat yang di terima langsung oleh Assistant Vice President, Dimaz Prabowo mengatakan ini juga merupakan sinkronisasi program Bidang II yang membidangi Keuangan, Perbankan, dan Pereencanaan Pembagunan.
Selain itu, HIPMI yang merupakan organisasi pengusaha muda ini menjadi fasilitator bagi pengusahaan muda untuk mencari Modal, Inevstasi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM) di Provinsi Papua Barat Daya.
“ Kedepannya HIPMI Papua Barat menjadi fasilitator bagi pengusahaan muda untuk mencari Modal, Inevstasi dan KUR khusus untuk UMKM,” kata Karol Kamat, Minggu, 31 Mei 2026.
Ia menambahkan untuk mendapatkan kredit modal usaha dari Bank Mandiri, HIPMI harus mendata anggotanya dan riwayat jenis usaha apa saja yang mereka kerjakan.
Menurutnya, untuk anggota HIPMI di berikan kemudahan modal usaha dan pengembangan wirausaha yang tergabung sebagai anggota di provinsi ini.
“ Selanjutnya kita akan mendata setiap anggota HIPMI yang berminat membuka kredit di Bank Mandiri, teman-teman jangan ragu karena pihak bank mengetahui HIPMI merupakan salah satu organisasi yang berkontribusi untuk kemajuan dan peningkat P perekonomian khususnya di Papua Barat Daya,” kata dia.
Ia juga berkomitmen HIPMI Papua Barat Daya mengawal percepatan pembagunan perekonomian di Papua Barat Daya.
Provinsi Papua Barat Daya ini, Kata Karol Kamat, di ketahui merupakan pintu masuk perekonomian di tanah Papua. Untuk itu segala jenis investasi dan perluang usaha sangat terbuka di provinsi ini.
“ Sebagai pintu masuk di Tanah Papua, Kita harus tangkap peluang ini, menciptakan investasi agar membuka peluang usaha,” kata dia.
Ia juga menegaskan sesuai dengan komitmen Ketua Umum BPD HIPMI Papua Barat Daya, Rob Rafael Kardinal tidak akan menyentuh proyek yang bersumber dari APBD melainkan mendatangkan investasi agar membuka peluang usaha yang bersumber dari Danantara, Bank Himbara atau Himpununan Bank Milik Negara, dan APBN.
“ Sesuau intruksi Ketum Rafaeel sangat jelas, kader HIPMI tidak boleh menintervensi APBD melainkan mendatangkan investasi dan membuka peluang usaha di Provinsi Papua Barat Daya,” kata Karol R. Wojtyla Kamat. 
- Gubernur BI Resmi Melantik 39 Orang Pimpinan Kantor Pusat dan Perwakilan BI yang Baru
- PASTIKAN KESIAPAN PEMBUKAAN LAHAN TAHAP SELANJUTNYA, DANYONIF 757/GHUPTA VIRA MENGECEK KESIAPAN ALSINTAN DAN PERSONEL YONIF 757/GV
- Produk Lokal Hasil Pendampingan Gereja di Merauke Ramaikan Pameran PON XX Papua Klaster Merauke