Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusahan Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Papua Barat Daya Masa Bhakti 2026-2029, melakukan audiensi bersama Bank Mandiri KCP Sorong.
- Koperasi Iska Bekai Mulai Pembangunan Kebun Sawit Berbasis Masyarakat di Merauke
- Transformasi Hijau di Kampung Seed Agung: PT ACP Gerakkan Pertanian Kopi Berkelanjutan
- Hasil Program Ketahanan Pangan, Satgas Yonif 611/Awang Long Bersama Warga Papua Panen Raya Perdana
Baca Juga
Pertemuan ini menindak lanjuti diskusi pada Forum Bisnis Daerah (FORBISDA) dengan pemanteri dari Bank Mandiri KCP Sorong.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Bidang II - Keuangan, Perbankan, dan Perencanaan Pembagunan, Karol R. Wojtyla Kamat yang di terima langsung oleh Assistant Vice President, Dimaz Prabowo mengatakan ini juga merupakan sinkronisasi program Bidang II yang membidangi Keuangan, Perbankan, dan Pereencanaan Pembagunan.
Selain itu, HIPMI yang merupakan organisasi pengusaha muda ini menjadi fasilitator bagi pengusahaan muda untuk mencari Modal, Inevstasi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM) di Provinsi Papua Barat Daya.
“ Kedepannya HIPMI Papua Barat menjadi fasilitator bagi pengusahaan muda untuk mencari Modal, Inevstasi dan KUR khusus untuk UMKM,” kata Karol Kamat, Minggu, 31 Mei 2026.
Ia menambahkan untuk mendapatkan kredit modal usaha dari Bank Mandiri, HIPMI harus mendata anggotanya dan riwayat jenis usaha apa saja yang mereka kerjakan.
Menurutnya, untuk anggota HIPMI di berikan kemudahan modal usaha dan pengembangan wirausaha yang tergabung sebagai anggota di provinsi ini.
“ Selanjutnya kita akan mendata setiap anggota HIPMI yang berminat membuka kredit di Bank Mandiri, teman-teman jangan ragu karena pihak bank mengetahui HIPMI merupakan salah satu organisasi yang berkontribusi untuk kemajuan dan peningkat P perekonomian khususnya di Papua Barat Daya,” kata dia.
Ia juga berkomitmen HIPMI Papua Barat Daya mengawal percepatan pembagunan perekonomian di Papua Barat Daya.
Provinsi Papua Barat Daya ini, Kata Karol Kamat, di ketahui merupakan pintu masuk perekonomian di tanah Papua. Untuk itu segala jenis investasi dan perluang usaha sangat terbuka di provinsi ini.
“ Sebagai pintu masuk di Tanah Papua, Kita harus tangkap peluang ini, menciptakan investasi agar membuka peluang usaha,” kata dia.
Ia juga menegaskan sesuai dengan komitmen Ketua Umum BPD HIPMI Papua Barat Daya, Rob Rafael Kardinal tidak akan menyentuh proyek yang bersumber dari APBD melainkan mendatangkan investasi agar membuka peluang usaha yang bersumber dari Danantara, Bank Himbara atau Himpununan Bank Milik Negara, dan APBN.
“ Sesuau intruksi Ketum Rafaeel sangat jelas, kader HIPMI tidak boleh menintervensi APBD melainkan mendatangkan investasi dan membuka peluang usaha di Provinsi Papua Barat Daya,” kata Karol R. Wojtyla Kamat. 
- Boven Digoel Kembali Ekspor Produk Olahan Kelapa Sawit
- Mentan SYL Didampingi Kapolri Sigit Lepas Ekspor Pertanian Rp 14,4 Triliun ke 124 Negara
- Koperasi Iska Bekai Mulai Pembangunan Kebun Sawit Berbasis Masyarakat di Merauke