Badan Pengelola Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri (BPPKLN) Provinsi Papua menyebutkan kondisi 13 Anak Buah Kapal (ABK) yang ditahan patroli Papua Nugini (PNG), dalam keadaan sehat.
- Pengembangan Talenta Balap Motor di Kabupaten Mappi
- Pj Gubernur Safanpo Lantik Dua Pimpinan MRP Papua Selatan
- Bupati Hengki Hadiri Rapat Paripurna Pembahasan Rancangan Perda RPJMD Boven Digoel Tahun 2021-2025
Baca Juga
Hal itu disampaikan Kepala BPPKLN Papua Suzana Wanggai, di Jayapura, Senin (29/8).
"Para ABK beserta dua kapal nelayan dari Merauke yang hilang itu sudah di temukan dan sedang di tarik dengan kapal patroli milik tentara Papua Nugini. 13 ABK juga dilaporkan dalam keadaan sehat," terang Suzana dilansir dari Link Humas Pemprov Papua, Selasa (30/8).
Ia katakan, saat ini kapal-kapal itu, sedang ditarik ke Port Moresby. Berdasarkan informasi dari pihak PNG, penarikan dilakukan sejak Jumat (26/8/2022). Dimana proses penarikan kapal diperkirakan membutuhkan waktu dua sampai tiga hari.
"Pastinya kami akan terus berkoordinasi terkait proses 13 ABK yang di tahan. Memang kemungkinan 13 ABK ini akan menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut karena diduga masuk wilayah perairan PNG. Namun yang pasti para nelayan dalam keadaan baik-baik saja," terangnya lagi.
Diketahui, sebelumnya patroli laut Papua Nugini diduga kuat melakukan penembakan kepada nelayan Indonesia, hingga menyebabkan satu orang tewas, Senin (22/08) lalu di perairan pulau Turi, Papua Nugini.
Pihak Pemerintah Provinsi Papua menyayangkan insiden berdarah tersebut, karena sampai menghilangkan nyawa.
- Tidak Ada Bunyi Sirine, Panglima TNI Andika Perkasa Resmi Kunjungi Kabupaten Merauke Untuk Pertama Kali
- HUT Kemerdekaan RI ke 79, Pj Gubernur Minta Masyarakat Bekerjasama Bangun Papua Selatan
- Siap sukseskan Pemilu 2024, PJ Bupati Kunjungan Kerja Ke KPU Kabupaten Mappi