Hari itu, Lapangan Sepak Bola Krida di Kota Kepi dipenuhi dengan lautan manusia. Ribuan warga Mappi datang dari berbagai penjuru untuk menyaksikan dua legenda sepak bola nasional, Boaz Solossa dan Ricardo Salampessy, yang hadir di tengah mereka.
- Pertandingan Futsal PON XXI Jakarta vs Sumut Dihentikan Gegara Atap Bocor
- Peringati Hari Armada, Lantamal XI Adakan Fun Run 7,9K
- Hilgers dan Reijnders Resmi Jadi WNI, Sepak Bola Nasional Makin Maju
Baca Juga
Namun, selain sepak bola, ada misi lain yang membuat hari itu begitu istimewa: pembagian 10 juta bendera merah putih dalam rangka menyambut HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bendera-bendera merah putih berkibar di tangan warga, menciptakan pemandangan yang penuh warna. Anak-anak sekolah, dengan senyum penuh semangat, menerima bendera dari tangan Boaz dan Ricardo. "Terima kasih, Kaka Boaz!" teriak seorang anak dengan gembira, sambil melambai-lambaikan bendera yang baru diterimanya.
Di atas panggung, Penjabat Bupati Mappi, Michael R. Gomar, tampak bangga melihat antusiasme masyarakat. "Kita memulai gerakan ini di Kota Kepi, dan kita akan melanjutkannya ke distrik dan kampung-kampung," ujar Gomar dengan tegas. Ia menargetkan pembagian 5.000 bendera pada tahun ini, yang diharapkan bisa membangkitkan rasa patriotisme di setiap sudut Kabupaten Mappi.
Boaz dan Ricardo, yang biasanya dikenal karena aksi mereka di lapangan sepak bola, hari itu menjadi pahlawan nasionalisme, membawa semangat merah putih ke seluruh penjuru lapangan. Di bawah sinar matahari yang terik, mereka berjalan di antara kerumunan, membagikan bendera dengan senyum hangat dan sapaan ramah.
- Persaingan Juara Liga RMOL 2022 U13 Milik Erlangga FA dan Young Warrior
- Lepas Timnas Putri ke Piala Asia 2022, Ketum PSSI Minta Tiru Semangat Tim Garuda di Piala AFF 2020
- Didampingi Tiga Atlet Legendaris, Nurul Akmal Nyalakan Api PON XXI Kaldron Utama
