Gerakan pembagian 10 juta bendera merah putih yang dipimpin langsung oleh Penjabat Bupati Mappi, Michael R. Gomar, memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar membagikan selembar kain. Bendera merah putih adalah simbol dari persatuan dan kebangsaan yang harus terus dipupuk, terutama di wilayah seperti Mappi yang letaknya jauh dari pusat pemerintahan.
- Jalin Sinergitas TNI-Polri di Merauke Laksanakan Olahraga Bersama
- Jakarta International Stadium Rampung Bulan Depan, Persija: Terima Kasih Pak Anies
- Sambut HUT RI ke-79 IK Bumas Boven Digoel Gelar Lomba Badminton "Ewako Bumas"
Baca Juga
Dalam acara yang digelar di Lapangan Krida, Kota Kepi, Jumat (5/7/2024), Gomar memulai gerakan ini dengan didampingi oleh dua ikon sepak bola nasional, Boaz Solossa dan Ricardo Salampessy. Kehadiran dua tokoh ini memberikan daya tarik tersendiri, khususnya bagi generasi muda. Namun, di balik kehadiran mereka, ada pesan yang ingin disampaikan: bahwa persatuan dan semangat kebangsaan harus terus digelorakan.
Mengapa gerakan ini penting? Di tengah dinamika politik dan sosial yang ada, bendera merah putih menjadi simbol kekuatan yang mengikat setiap individu dalam satu bangsa. Bagi Kabupaten Mappi, yang jauh dari pusat, gerakan ini juga merupakan upaya untuk memastikan bahwa semangat nasionalisme tetap terjaga. Pj Bupati Gomar sendiri mengakui bahwa gerakan ini tidak hanya bertujuan untuk membagi bendera, tetapi juga untuk menyebarkan semangat kebangsaan ke seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Pembagian bendera yang dilakukan hingga ke distrik dan kampung-kampung bukan hanya tentang kuantitas, tetapi tentang menyebarkan pesan penting bahwa setiap warga negara, di mana pun mereka berada, adalah bagian dari Indonesia yang besar.
- Buka Turnamen Futsal Haufa Cup V, Ketua KONI Papua Komitmen Memajukan Olahraga Dari Kampung
- Skor 3-0, Persipura Jayapura Kembali Mengalami Kekalahan Atas Barito Putera
- Pertandingan Futsal PON XXI Jakarta vs Sumut Dihentikan Gegara Atap Bocor
