Gerakan pembagian 10 juta bendera merah putih yang dipimpin langsung oleh Penjabat Bupati Mappi, Michael R. Gomar, memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar membagikan selembar kain. Bendera merah putih adalah simbol dari persatuan dan kebangsaan yang harus terus dipupuk, terutama di wilayah seperti Mappi yang letaknya jauh dari pusat pemerintahan.
- Perebutkan Piala Panglima Kopassus, Lomba Tembak 2026 Digelar Akhir Januari
- Gol Detik Akhir Mbappe Bikin Real Madrid Terkapar
- Gelar Rakor, KONI Bahas Keikutsertaan DOB PapuaPada PON Aceh-Sumut
Baca Juga
Dalam acara yang digelar di Lapangan Krida, Kota Kepi, Jumat (5/7/2024), Gomar memulai gerakan ini dengan didampingi oleh dua ikon sepak bola nasional, Boaz Solossa dan Ricardo Salampessy. Kehadiran dua tokoh ini memberikan daya tarik tersendiri, khususnya bagi generasi muda. Namun, di balik kehadiran mereka, ada pesan yang ingin disampaikan: bahwa persatuan dan semangat kebangsaan harus terus digelorakan.
Mengapa gerakan ini penting? Di tengah dinamika politik dan sosial yang ada, bendera merah putih menjadi simbol kekuatan yang mengikat setiap individu dalam satu bangsa. Bagi Kabupaten Mappi, yang jauh dari pusat, gerakan ini juga merupakan upaya untuk memastikan bahwa semangat nasionalisme tetap terjaga. Pj Bupati Gomar sendiri mengakui bahwa gerakan ini tidak hanya bertujuan untuk membagi bendera, tetapi juga untuk menyebarkan semangat kebangsaan ke seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Pembagian bendera yang dilakukan hingga ke distrik dan kampung-kampung bukan hanya tentang kuantitas, tetapi tentang menyebarkan pesan penting bahwa setiap warga negara, di mana pun mereka berada, adalah bagian dari Indonesia yang besar.
- Laga Perdana Liga RMOL Kategori U-16, Erlangga FA Raih 3 Poin
- Gunakan Dana Otsus, Dispora Papua Selatan Laksanakan Seleksi PPLP Untuk Putra Putri Asli Papua
- Man City Pesta Gol di Kandang Sporting, Siap Memastikan Diri Masuk di Perempat Final
