Ketua Badko HMI Papua-Papua Barat, Hardi Arifianto menyikapi polemik yang terjadi di PB HMI, terkait juga dengan dualisme di tubuh PB HMI. Jum’at (29/1)
- Mengarungi Samudra Formalisme: Tantangan Baru Penyidik Polri di Era Reformasi Hukum Acara
- Rekonstruksi Kontrol Yudisial atas Diskresi Penegak Hukum
- Harmoni Hukum untuk Pemuda Berkarya di Kabupaten Merauke: Membangun Kesadaran Hukum dan Kepemimpinan Generasi Berintegritas
Baca Juga
Bahwasannya sudah dilakukan berbagai upaya dalam menyelesaikan persolan yang terjadi, termasuk sampai pada tahap islah dan penyesuaian struktur organisasi, dan kami rasa sudah selesai persoalan dualisme tersebut.
“Dalam perjalanannya dengan berbagai persoalan secara internal maupun eksternal yang tak dapat dihindari sehingga menghambat terlaksananya kongres yang sudah harus dilaksanakan, mengingat masa periodesasi yang sudah berakhir.”
Sebagai tanggungjawab organisasi sejauh ini upaya pelaksanaan kongres terus dilakukan oleh PJ ketua Umum Arya Kharisma Hardy. Dan kami Badko serta seluruh cabang di jajaran Badko HMI Papua-Papua Barat mendukung penuh pelaksanaan kongres yang rencananya akan dilaksanakan pada 17 Maret 2021 di surabaya. Hendaknya seluruh kader HMI mendukung terlaksananya kongres tersebut, dan jajaran PB HMI untk terus berkonsolidasi agar kongres dapat terlaksana dengan baik. Pengkasnya.
- Jangan Sedikit-Sedikit Pidana: Memahami Pasal 613 Ayat (3) dengan Lebih Jernih
- Menyikpai Surat Perintah Mendagri Tentang Pelaksa Harian (PLH) Gubernur Papua Dalam Meredam Kisruh Di Papua
- Dorce Meninggalkan Warisan yang Sangat Berharga