Hari Adat Sedunia, BMP Boven Digoel Ajak Lestarikan Budaya dan Perkuat Persatuan

Boven Digoel, Papua Selatan – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Merah Putih (BMP) Kabupaten Boven Digoel menggelar peringatan Hari Adat Sedunia yang dipusatkan di Aula Meranti, Tanah Merah, Minggu (9/8/2026).


Peringatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keberadaan, nilai-nilai, serta hak-hak masyarakat adat dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah.

Selain kegiatan peringatan, acara tersebut juga dirangkaikan dengan sosialisasi kepada masyarakat adat. Dalam kegiatan itu, panitia menghadirkan pemateri dari Pemerintah Daerah Kabupaten Boven Digoel untuk memberikan pemahaman terkait peran masyarakat adat serta keterlibatannya dalam pembangunan daerah.

Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Boven Digoel, Maret Klaru,  dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Hari Adat Sedunia sebagai momentum memperkuat kebersamaan, menjaga lingkungan, serta menghormati keberagaman adat dan budaya yang ada.

“Untuk memaknai hari ini, mari kita sama-sama saling mendukung dan bekerja sama menjaga lingkungan kita serta saling menghormati antar sesama manusia dengan tetap melestarikan adat masing-masing sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Maret.

Menurutnya, keberadaan Hari Adat Sedunia menunjukkan bahwa masyarakat adat memiliki posisi penting dalam kehidupan global. Karena itu, masyarakat adat di Boven Digoel patut bersyukur sekaligus terus menjaga dan mempertahankan nilai-nilai adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Kita harus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena dengan adanya peringatan Hari Adat Sedunia menandakan bahwa posisi masyarakat adat cukup penting di mata dunia,” katanya.

Maret menambahkan, semangat keberagaman tersebut sejalan dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. LMA Boven Digoel, kata dia, akan terus berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat adat dengan mengedepankan sikap saling menghormati terhadap ketetapan adat serta hak-hak masyarakat yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Sementara itu, Ketua DPD BMP Boven Digoel, Kristian Kamim, S.H. menegaskan bahwa masyarakat adat memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan Kabupaten Boven Digoel.

Ia mengatakan, kehadiran masyarakat dalam peringatan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama untuk turut membangun daerah.

“Adat sangat penting, karena adat ada terlebih dahulu sebelum negara bisa ada. Karena itu, masyarakat adat harus bersama-sama dengan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan daerah,” ujar Kristian.

Kristian menyebut peringatan Hari Adat Sedunia yang diperingati setiap 9 Agustus menjadi momentum untuk memperkuat posisi masyarakat adat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mengusung tema “Melestarikan Budaya, Memperkuat Persatuan dan Mewujudkan Kemajuan Daerah”, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara masyarakat adat dan pemerintah dalam menjaga budaya sekaligus mendorong kemajuan Kabupaten Boven Digoel.

“Adat bersama-sama dengan pemerintah harus bersinergi untuk mewujudkan pembangunan daerah,” pungkasnya.

Peringatan Hari Adat Sedunia di Boven Digoel diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat dan budaya merupakan bagian penting dalam menjaga identitas masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah.