Boven Digoel, Papua Selatan – Polres Boven Digoel bersama Pemerintah Kabupaten Boven Digoel terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada para pengungsi pekerja tambang. Melalui koordinasi lintas instansi, proses pemulangan puluhan pengungsi menuju daerah asal dikawal secara ketat demi memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan.
- KPUD Boven Digoel Soroti Ketidaksesuaian Data Kependudukan
- AKBP I Komang Budiartha Jabat Kapolres Boven Digoel Yang Baru, Gantikan AKBP Syamsurijal
- Ditolak Penghuni Rumah, Pemutusan Listrik Kompleks Pensip Rumdin Bandara Ditunda
Baca Juga


Sebanyak 55 pengungsi pekerja tambang yang berdomisili di luar Kabupaten Boven Digoel diberangkatkan dari Gedung Soska, Tanah Merah, pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIT. Mereka diangkut menggunakan dua unit truk Satgas Yon TP 803/KYK menuju Kabupaten Merauke sebelum melanjutkan perjalanan dengan pesawat menuju Kota Jayapura pada Jumat (7/8/2026).
Kapolres Boven Digoel, KOMPOL Dian Novita Pietersz, S.I.K., turun langsung memantau seluruh rangkaian kegiatan. Ia didampingi Wakapolres KOMPOL Handoyo Prasetyo, Kabag Ops AKP Sri Haryono, S.H., Kasat Samapta AKP Makmur Maming, Kasat Intelkam IPDA Giovanne P. P. Sambo Ginting, S.Tr.K., serta Kapolsek Mandobo IPDA V. D. Lufkey, S.M.

Pengawasan dilakukan sejak tahap persiapan, pendataan ulang identitas para pengungsi, hingga proses keberangkatan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai rencana serta memberikan rasa aman bagi para pengungsi yang akan kembali ke kampung halamannya.
Kapolres Boven Digoel, KOMPOL Dian Novita Pietersz, menjelaskan bahwa pengawalan ini merupakan bagian dari tugas Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya kepada warga yang terdampak dan membutuhkan bantuan dalam proses pemulangan.
"Seluruh tahapan kami kawal dengan baik agar proses pemulangan berjalan aman, tertib, dan lancar. Kami juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel serta instansi terkait sehingga seluruh pengungsi dapat diberangkatkan sesuai jadwal," jelas Kapolres.
Sekitar pukul 22.00 WIT, mobilisasi pengungsi menuju Merauke dimulai dengan pendampingan Kabag Protokoler Pemerintah Kabupaten Boven Digoel, Albertus Kuyat, bersama dua personel Polres Boven Digoel. Satu jam kemudian, tepat pukul 23.00 WIT, rombongan resmi diberangkatkan menuju Merauke dalam kondisi aman, tertib, dan lancar.
Dari total 55 pengungsi yang dipulangkan, sebanyak 53 orang merupakan orang dewasa yang terdiri dari 45 laki-laki dan delapan perempuan. Sementara itu, dua lainnya merupakan anak-anak yang terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan.
Proses pemulangan ini menjadi wujud nyata sinergi antara Polri, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel, TNI, serta unsur terkait dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat. Selain memastikan keamanan selama perjalanan, koordinasi yang dilakukan juga bertujuan agar seluruh pengungsi dapat tiba di tujuan dengan selamat.
Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi tetap terpantau aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya kendala yang berarti. Polres Boven Digoel menegaskan akan terus mendukung setiap upaya kemanusiaan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui koordinasi yang erat dengan seluruh pemangku kepentingan.
- Koknak: DPRD Boven Digoel Percepat Perda Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol
- Dandim Boven Digoel Pimpin Pembukaan Semarak Natal Kodim 1711/BVD
- Hadiri Ibadah di Gereja Katolik Waropko, Bupati Boven Digoel Akan Bantu Pembangunan Gereja