Presiden Joko Widodo sudah berani menunjukkan taringnya kepada Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri.
- Hanura Papua Minta Munas Dipercepat di Agustus, Dukung OSO Maju Kembali Sebagai Ketua Umum DPP Hanura
- Jelang Putusan MK Sengketa Pilkada Boven Digoel, Ratusan TNI-POLRI Diterjungkan Untuk Mengamankan
- Purnawirawan TNI-Polri Seperti Gatot Nurmantyo, Budi Gunawan, dan Firli Bahuri Pantas Maju di Pilpres 2024
Baca Juga
Berbeda dengan dahulu yang selalu taat dan patuh terhadap keputusan partai dan Megawati dalam urusan politik, kini Jokowi bermanuver dengan mengisyaratkan dukungan kepada Ganjar Pranowo.
Padahal, hingga saat ini baik PDIP maupun Megawati belum mengumumkan capres yang akan diusung pada pemilihan presiden 2024.
“Relasi Jokowi dan Megawati tidak dalam posisi yang baik, setidaknya Jokowi tidak lagi memunjukkan rasa hormatnya pada Megawati sebagaimana dahulu. Dalam artian, Jokowi mulai berani secara terbuka berkonflik dengan Megawati, sekaligus Puan,” kata pengamat politik Dedi Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu di Jakarta, Selasa (24/5).
Presiden Jokowi sebelumnya memberikan arahan kepada relawan Pro Jokowi (Projo) mengenai Pilpres 2024. Ia meminta Projo untuk bersabar termasuk urusan dukungan politik pada Pilpres 2024.
“Urusan politik? Ojo kesusu sik. Jangan tergesa-gesa," ujar Jokowi dalam sambutannya di lokasi Rakernas V Projo di Borobudur, Magelang,dilansir dari Kantor Beriita RMOL Sabtu (21/5).
“Meskipun... Meskipun mungkin yang kita dukung ada di sini," sambung Jokowi dalam rakernas yang juga dihadiri Ganjar Pranowo.
- KPK Buka Lowongan 11 Jabatan Pimpinan Tinggi Mulai Hari Ini, Ini Persyaratannya
- Tukar Pandangan dan Silaturahmi, Walikota Kendari Jamu Makan Malam JMSI
- Kesepian Pengawasan Pemilu Serentak 2024, Bawaslu Masih Temukan Kendala Pada Biaya Pendistribusian Logistik