Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura, Edu Melki Sasarari menepis soal dirinya berbohong terkait 9 paket proyek lelang kepada para kontraktor asli Papua di Nabire.
- 5 Pemuda Terseret Ombak di Pantai Holtekam, 1 Orang Tewas
- Tahun Depan, Isu Separatisme Papua Diprediksi Bakal Menguat
- Menjawab Keluhan Masyarakat, Pemadaman Kebakaran Lahan dan Hutan Merupakan Tugas BPBD
Baca Juga
"Kita punya paket yang kita kasih ke Nabire itu ada 9 paket ini ada sekitar 49 Milyar yang kita kasih buat saudara-saudara kita di Nabire. Kita kasih bukan berarti kita tunjuk. Kita suruh lelang. Jadi kalau dia kalah, ada orang dari Jayapura masuk ke Nabire dia harus terima bukan dia harus ribut. Bukan dia harus palang kantor. Bukan dia harus palang pekerjaan di lokasi," beber Edu Melki Sasarari Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura, di Jayapura, Rabu (12/1/22).
"Saya tidak pernah janjikan mereka tapi ini ada 9 paket untuk orang asli Papua, silahkan kamu bersaing ikut lelang. Kalau merek bilang saya janji bohong itu. Mereka tipu," ungkapnya.
Lanjut kata kepala BBPJN, 9 paket senilai 49 Milyar itu adalah paket lelang khusus untuk orang asli Papua
"Paket ini untuk orang asli Papua jadi siapa pun orang asli Papua berhak mengikuti proses lelang ini," ujarnya.
Untuk diketahui, para kontraktor tersebut meminta Bupati Nabire dan kepala satker harus bertemu dan duduk bersama untuk menyelesaikan kasus ini. Jika tidak, mereka akan tetap memalang kantor Satker PJN VII Nabire hingga bupati Nabire dan kepala Satker yang harus membuka palang.
- Hadirnya Pemerhati RRI di Boven Digoel Diharapkan Selalu Memberi Masukan dan Saran
- Kapolresta Jalin Silaturahmi Dan Diskusi Santai Bersama Rekan Media Jayapura
- Yalet Fishing Tournament 2022 Pererat Tali Persaudaraan Komunitas Pemancing se-Papua Selatan