Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura, Edu Melki Sasarari menepis soal dirinya berbohong terkait 9 paket proyek lelang kepada para kontraktor asli Papua di Nabire.
- Masyarakat yang Berdiam di Boven Digoel Harus Urus Domisilinya
- DPRD Boven Digoel Serahkan Hasil Reses III TA 2023 kepada Pemerintah Daerah
- Ajang Temu Seni Musik Papua, 14 Musisi Muda Indonesia Dikenalkan Budaya Papua
Baca Juga
"Kita punya paket yang kita kasih ke Nabire itu ada 9 paket ini ada sekitar 49 Milyar yang kita kasih buat saudara-saudara kita di Nabire. Kita kasih bukan berarti kita tunjuk. Kita suruh lelang. Jadi kalau dia kalah, ada orang dari Jayapura masuk ke Nabire dia harus terima bukan dia harus ribut. Bukan dia harus palang kantor. Bukan dia harus palang pekerjaan di lokasi," beber Edu Melki Sasarari Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura, di Jayapura, Rabu (12/1/22).
"Saya tidak pernah janjikan mereka tapi ini ada 9 paket untuk orang asli Papua, silahkan kamu bersaing ikut lelang. Kalau merek bilang saya janji bohong itu. Mereka tipu," ungkapnya.
Lanjut kata kepala BBPJN, 9 paket senilai 49 Milyar itu adalah paket lelang khusus untuk orang asli Papua
"Paket ini untuk orang asli Papua jadi siapa pun orang asli Papua berhak mengikuti proses lelang ini," ujarnya.
Untuk diketahui, para kontraktor tersebut meminta Bupati Nabire dan kepala satker harus bertemu dan duduk bersama untuk menyelesaikan kasus ini. Jika tidak, mereka akan tetap memalang kantor Satker PJN VII Nabire hingga bupati Nabire dan kepala Satker yang harus membuka palang.
- Kepemudaan dan Kepemimpinan Perempuan Berkilau di Ziarah Rohani Kabupaten Mappi
- Fraksi PIR: Raperda Pelindungan Budaya Boven Digoel, Upaya Menguatkan Identitas Lokal
- KPUD Boven Digoel: Peran Media Sangat Penting, Kami akan Gandeng Media Sukseskan Pilkada