Penurunan stunting di Kabupaten Mappi dari 22,99 persen pada tahun 2022 menjadi 13 persen pada tahun 2023 menandakan adanya pergeseran penting dalam pendekatan kebijakan kesehatan di wilayah ini.
- BPKP Papua Gelar Bimtek Peningkatan Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi di Mappi
- Dari Awal Hingga Panen Raya: Kronologi Kolaborasi TNI dan Pemda Mappi di Kampung Mur
- Seleksi CAT di Mappi: Dari Persiapan Hingga Pelaksanaan
Baca Juga
Angka tersebut tidak hanya menunjukkan bahwa program-program kesehatan berjalan dengan baik, tetapi juga mengindikasikan adanya komitmen kuat dari lintas sektor di Kabupaten Mappi.
Keberhasilan ini patut dianalisis lebih jauh. Penjabat Bupati Mappi, Michael R. Gomar, mampu mendorong kolaborasi antara berbagai dinas, mulai dari Dinas Kesehatan hingga Dinas Pendidikan. Salah satu faktor penting dalam menurunkan angka stunting di Mappi adalah keterlibatan berbagai pihak yang tidak hanya bekerja di tingkat administrasi, tetapi juga di lapangan. Para petugas kesehatan tidak hanya memantau anak-anak, tetapi juga memberikan edukasi dan intervensi langsung kepada ibu hamil serta keluarga.
Selain itu, keberhasilan ini juga menyoroti pentingnya pendekatan holistik dalam menangani stunting. Tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga dari sisi pemberdayaan ekonomi dan edukasi keluarga.
- Gelar Rangkaian Lomba di Hari Jadi Ke 17, Hanura Papua Siapkan Hadiah Ratusan Juta Rupiah
- Wabup Boven Digoel: Pemda Tidak Punya Wewenang Menyimpulkan Sengketa Tanah RSUD
- Dandim Boven Digoel Hadiri Ibadah Natal dan Berikan Bingkisan kepada Masyarakat