Kongres Gereja Baptis Anugerah Indonesia (GBAI) ke IV di Hotel Rylich Panorama, Senin 17 Juli 2023, menghadirkan dua penceramah dari Amerika Selatan.
- MUI Boven Digoel Harus Jadi Pijakan Seluruh Umat Islam Tanpa Terkecuali di Boven Digoel
- Penemuan Mayat Perempuan Berlumuran Darah di Abepantai, Dalam Penyelidikan Polisi
- Mappi Sport Center (MSC) Rencanakan Program Pelatihan Olahraga untuk Talenta Lokal
Baca Juga
Kongres yang di buka secara resmi oleh Menteri Agama RI melalui Direktur Urusan Agama Kristen Direktorat Jendral Bimas Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia Pdt. Amsal Yowei ini mengusung tema, memahami pelayan Sub kontes tema, ” Ya Roh kudus perbaharui dan persatukan kami (Yoh 17.ayat 21).
Kongres dilaksanakan selama 4 hari dengan di hadiri oleh 470 orang jemaat yang berasal dari 7 wilayah yang meliputi enam wilayah dari Tanah Papua dari Provinsi Papua Induk, Papua Tengah, Papua Barat, Papua Selatan dan dari Papua Barat Daya serta dan satu dari wilayah Bali, Batam dan Riau.
Menurut Ketua Panitia Pelaksana Kongres GBAI, Elisa Kambu mengatakan Kongres ini merupakan forum tertinggi pengambilan keputusan di gereja ini, di laksanakan sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
Kongres ke IV ini disepakati saat kongres ke V di Bali yang menyepakati Sorong sebagai tuan rumah kongres ke IV
Dalam kongres hari ini, Kata Elisa Kambu dibagi beberapa bagian. Di hari pertama panitia menghadirkan para pembicara dari Amerika Selatan.
Menurut Bupati Asmat ini, kedua penceramah ini dimaksudkan untuk memberikan penguatan atau wawasan dari semua peserta.
Nantinya, lanjut Elisa Kambu, saat persidangan para peserta bisa menjadikan materi yang diberikan sebagai referensi untuk diskusi-diskusi selama Kongres berlangsung.
Prosesi persidangan di agendakan keesokan harinya di mulai pukul 08.00 WIT.
“ Proses persidangan akan diawali dengan memilih pimpinan sidang yang terdiri dari unsur Badan Pengurus Pusat, dan Unsur perwakilan wilayah, ” kata Elisa Kambu.
Kongres ini juga akan dilakukan amandemen anggaran dasar dan anggaran rumah tangga GBAI untuk menyesuaikan perkembangan yang ada.
Selain itu, Kongres ini nantinya akan memilih calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) GBAI memimpin selama 5 tahun ke depan.
Elisa Kambu mengatakan untuk kandidat Ketua Umum, biasanya diusulkan dari wilayah dan mendapat persetujuan dari seluruh peserta Kongres berdasarkan kriteria yang nanti ditetapkan dalam Kongres ini.
“ Mengenai siapa nama – nama yang diusulkan menjadi Ketua Umum akan terlihat begitu persidangan dimulai, kalau saat ini, saya belum mengetahuinya,” Kata Elisa Kambu.
Elisa Kambu menegaskan siapapun yang akan terpilih dan dipercayai oleh peserta pada kongres ini menjadi ketua umum harus mampu memberikan pelayanan dan membawa GBAI semakin maju dan mampu berkomunikasi dengan pemerintah untuk menjadi mitra strategis dalam pembangunan.
- Danrem 174/ATW Merauke Menanggapi Kabar Adanya Atlit Peraih Medali Emas PON XX Yang Mengikuti Tes Catam TNI AD 2021
- 37 Pengendara Terjaring Rahasia Lantaran Tidak Tertib Berlalulintas di Kota Jayapura
- KRP Meminta KPK Segera Bebaskan Gubernur Papua, Kalau Tidak ?. Keamanan Dan Keselamatan Tanah Papua Kami Tidak Jamin