Klub sepak bola Persipura selama ini telah menjadi kebanggaan warga Papua. Kini, terdegredasinya Persipura ke Liga 2 otomatis telah memukul dan menyedihkan.
- Steering Committee, Ini Tahapan H-2 Menuju MUSDA XV KNPI Provinsi Papua
- Usulan Penundaan Pemilu 2024 Tak Miliki Dasar Hukum dan Politik, Politikus PDIP: Sudahlah, Kita Tutup Wacana Ini
- Simulasi Pengamanan Pemilu 2024 di Kabupaten Mappi: Meningkatkan Kesiapan Aparat untuk Suksesnya Pesta Demokrasi
Baca Juga
Untuk mengangkat harkat dan martabat, Bupati Kabupaten Paniai, Meki Nawipa mengaku siap mengambil alih kepemilikan Persipura dengan sistem konsorsium.
“Terdegradasinya Persipura ke Liga 2 menjelang Paskah sesungguhnya merupakan pesan Tuhan buat orang Papua untuk kembali bangkit. Jika klub ini dijual, saya siap membantu serta bersedia mengambil alih,” kata Meki dikutip dari Salampapua, Senin (3/4).
Nantinya, ia akan merombak sisi manajemen, termasuk mengubah sistem kepelatihan, dan Persipura akan dibuat menjadi perusahaan terbuka.
Ia melanjutkan, pemegang saham utama Persipura juga akan bersifat konsorsium, termasuk pendanaannya yang tidak terbatas pada PT Freeport Indonesia (PTFI) dan Bank Papua.
“Dalam artian, 70 persen saham saya yang pegang dan 30 persen saham dijual ke publik orang Papua. Kita akan listing di saham, menjual saham Persipura di Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga seluruh orang Papua, termasuk anak-anak SD dan SMP sekalipun berpeluang untuk membeli saham Persipura," tegasnya.
Hal ini menurut Dia juga merupakan salah satu langkah dalam upaya meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan orang Papua. Dari Persipura untuk orang Papua.
“Jadi kita berbicara tentang harkat dan martabat orang Papua itu bukan hanya teori saja, tapi dengan cara begini, kita sudah ikut menyumbang untuk kebanggaan orang-orang Papua,” tutupnya. 
- Pasangan “Manu Jaya” Resmi Menjadi Pendaftar Pertama di KPU Kabupaten Mappi untuk Pilkada 2024
- Meski Banyak Figur Lain, Golkar Konsisten Capreskan Airlangga Hartarto
- Penyatuan Dualisme KNPI Kota Jayapura Cacat Administrasi Otniel Deda: Meninju Ulang Semua Tahapan
