Sikap saling memaafkan patut ditunjukkan para tokoh masyarakat sunda terkait dengan pernyataan politisi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan yang sebelumnya minta Kajati dipecat karena pakai bahasa sunda.
- Target Ditetapkan Bulan Ini, KPU Kebut Sempurnakan Detail Jadwal Pemilu Opsi Februari 2024
- Kehangatan Solidaritas vs Realitas Penyiksaan di Papua: Perjuangan Melawan Kekerasan
- KPU Kabupaten Merauke Resmi Tetapkan Empat Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati
Baca Juga
Hal tersebut disampaikan aktivis dan mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai yang mengaku telah menjadi korban rasisme sejak lama.
"Yang terhormat Bapak Ridwan Kamil, Dedi Mulyadi, Jumhur Hidayat dan Bapak Ibu sekalian. Mohon maafkan saja Arteria Dahlan," kata Natalius Pigai kepada redaksi, Jumat (21/1).
Sebagai orang yang pernah tinggal di Jawa Barat, Pigai mengaku masyarakat sunda pada dasarnya sangat menghormati antarsesama.
Ia pun menceritakan hingga kini tak pernah dengar ada orang sunda yang melakukan rasisme kepadanya.
"22 tahun tinggal di Jabar, tidak pernah dengar orang sunda rasis ke saya. Orang sunda pluralis dan sangat menghormati sesama manusia. Mohon maafkan saja Arteria Dahlan," tandasnya. Dikutip dari Kantor Berita RMOL. 
- KPU: 120 Hari Masa Kampanye Pemilu 2024 Mengacu Waktu Proses Sengketa Pencalonan dan Pengadaan Logistik Pemilihan
- Aliansi Mahasiswa Tangerang Raya (AMT-RAYA) Mendukung "IRJEN.POL. Asep Edi Suheri, S.I.K., M.Si" Sebagai Kapolda Metro Jaya
- Selama Melakukan Kunker di Merauke Yan Mandewas Mendapat Pengawalan Dari Polres Merauke
