Sikap saling memaafkan patut ditunjukkan para tokoh masyarakat sunda terkait dengan pernyataan politisi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan yang sebelumnya minta Kajati dipecat karena pakai bahasa sunda.
- KPU Tetapkan DPT Provinsi Papua Selatan Sebanyak 356.147 Pemilih
- Nursalim Ar-Rozy Sungkeman Minta Doa Restu Bersama Ibu Sebelum Daftar Ke Kpu Keerom
- Komnas Perempuan Ingin Calon Anggota KPU dan Bawaslu RI Bebas Kasus Kekerasan Seksual dan Tidak Poligami
Baca Juga
Hal tersebut disampaikan aktivis dan mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai yang mengaku telah menjadi korban rasisme sejak lama.
"Yang terhormat Bapak Ridwan Kamil, Dedi Mulyadi, Jumhur Hidayat dan Bapak Ibu sekalian. Mohon maafkan saja Arteria Dahlan," kata Natalius Pigai kepada redaksi, Jumat (21/1).
Sebagai orang yang pernah tinggal di Jawa Barat, Pigai mengaku masyarakat sunda pada dasarnya sangat menghormati antarsesama.
Ia pun menceritakan hingga kini tak pernah dengar ada orang sunda yang melakukan rasisme kepadanya.
"22 tahun tinggal di Jabar, tidak pernah dengar orang sunda rasis ke saya. Orang sunda pluralis dan sangat menghormati sesama manusia. Mohon maafkan saja Arteria Dahlan," tandasnya. Dikutip dari Kantor Berita RMOL. 
- Penyediaan Logistik Pilkada 2024 Rawan Pelanggaran
- Besok, Partai Perkasa Akan Disahkan Kemkumham
- Terima Dukungan PKB dan PSI, Pasangan MARI Optimis Menang Pilkada Merauke
