Sikap saling memaafkan patut ditunjukkan para tokoh masyarakat sunda terkait dengan pernyataan politisi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan yang sebelumnya minta Kajati dipecat karena pakai bahasa sunda.
- PSU Kabupaten Boven Digoel Laksanakan, 400 Orang Personel TNI-Polri Lakukan Pengamanan
- Sejumlah Kader Terbaik Demokrat Papua, Pindah Haluan Ke Hanura
- Pesan Kenius Kogoya Jelang Pilkada 2024, Masyarakat Tidak Terprovokasi Isu Politik Adu Domba, Sara Dan Politik Identitas
Baca Juga
Hal tersebut disampaikan aktivis dan mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai yang mengaku telah menjadi korban rasisme sejak lama.
"Yang terhormat Bapak Ridwan Kamil, Dedi Mulyadi, Jumhur Hidayat dan Bapak Ibu sekalian. Mohon maafkan saja Arteria Dahlan," kata Natalius Pigai kepada redaksi, Jumat (21/1).
Sebagai orang yang pernah tinggal di Jawa Barat, Pigai mengaku masyarakat sunda pada dasarnya sangat menghormati antarsesama.
Ia pun menceritakan hingga kini tak pernah dengar ada orang sunda yang melakukan rasisme kepadanya.
"22 tahun tinggal di Jabar, tidak pernah dengar orang sunda rasis ke saya. Orang sunda pluralis dan sangat menghormati sesama manusia. Mohon maafkan saja Arteria Dahlan," tandasnya. Dikutip dari Kantor Berita RMOL. 
- KPU Kabupaten Mappi Gelar Sosialisasi dan Bahas Perubahan Penting dalam Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2024 Pasca Putusan MK
- KNPI Award 2024, Bukti Nyata Paulus Waterpauw Peduli Majukan Pemuda di Indonesia
- Lantik Pengurus Se-Papua, Partai Rakyat Serukan Kembalikan Naskah Asli UUD 1945
