Direktur Utama PDAM Jayapura, Entis Sutisna menjelaskan bahwa pihaknya telah membentuk Satgas untuk PON dalam rapat bersama jajarannya.
- Persipura Tidak Hadir Bertanding Vs Madura United, PSSI: Akan Dituntaskan Sesuai Regulasi
- Laga Timnas Vs Australia, Jay Idzes Dkk Kelelahan
- Jak's Soccer Dipaksa Berbagi Angka oleh EFA 2010
Baca Juga
"Kekuatannya akan menghimpun tenaga di pusat kemudian di UPB atau cabang itu ada 6 cabang dengan kekuatan kita ada 4 armada mobil tangki dan 2 mobil khusus minibus operasional PON," tuturnya, usai rapat internal bersama jajaran guna hadapi PON XX, Oktober mendatang.
Entis Sutisna berharap dengan dukungan 6 unit kendaraan operasional dapat memaksimalkan pelayanan pada penyelenggaraan PON nantinya.
"Dengan terbentuknya satgas tersebut, Ia menjelaskan dapat lebih mengoptimalkan pelayanan serta personil yang dibentuk oleh direksi PDAM ini harus betul-betul all-out dari sekarang untuk mengoptimalkan pelayanan di masing-masing unit kerja,"
Terdapat 6 wilayah PDAM Jayapura yang menyediakan kebutuhan air minum. "Dimana di antaranya mulai dari Jayapura Utara, Jayapura selatan kemudian Abepura, Waena, Sentani dan Muara Tami," beber Dirut PDAM.
"Jadi 6 kepala unit itu sudah siap. Artinya untuk melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mengoptimalkan sistem penyediaan air minum," ucapnya.
"Kita juga akan melakukan percepatan pada perbaikan-perbaikan jaringan (pipa penyediaan air bersih) yang kemungkinan besar dapat menggangu pelayanan," ungkapnya.
Pihaknya selalu melakukan tracking untuk mengecek jaringan pipa induk yang sangat riskan diwilayahnya demi mengantisipasi kemungkinan terjadinya patahan, karena usia pipa pun terbilang cukup lama sekitar 26 tahun.
"Ini kalau tidak diantisipasi akan membawa dampak yang lebih fatal lagi dalam mendukung pelayanan." Tutupnya. 
- Romanus Mbaraka Dikukuhkan Sebagai Manager Olahraga Bermotor Pada PON Papua XX 2021
- Tendangan Bebas Revan Antarkan Young Warrior U13 Juarai Liga RMOL 2022,
- Dikabarkan Bakal Boyong Mesut Ozil ke RANS Cilegon FC, Raffi Ahmad Harus Rogoh Kocek Hingga Rp 128 M