Kemarahan Presiden Joko Widodo kepada jajaran menteri di Kabinet Indonesia Maju masih terus menjadi polemik. Pengamat politik, Jamiluddin Ritonga bahkan menilai kemarahan itu aneh lantaran pangkal kemarahan Jokowi sudah diketahui khalayak umum.
- BEM Nusantara: Wacana Perpanjangan Masa Jabatan Presiden Bukan Keinginan Rakyat
- Purnawirawan TNI-Polri Seperti Gatot Nurmantyo, Budi Gunawan, dan Firli Bahuri Pantas Maju di Pilpres 2024
- DPD PSI Merauke Lakukan Wawancara Bakal Calon Bupati Kristian Gebze
Baca Juga
"Marahnya Jokowi bisa saja karena melihat kinerja menterinya rendah. Namun hal itu juga menjadi tanya, mengingat yang dimarahi presiden itu sesuatu yang sudah diketahui umum,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (8/3).
Tidak hanya aneh. Kemarahan itu juga menjadi tanda Jokowi telat dalam merespon isu yang berkembang di masyarakat. Salah satunya tentang wacana penambahan masa jabatan presiden yang didengungkan oleh lingkaran terdekatnya.
"Jadi, seharusnya presiden sudah mengetahui hal yang menjadi objek marahnya. Karena itu, menjadi aneh bila presiden baru marah sekarang,” ucapnya dikutip dari Kantor Berita RMOL.
Menurutnya, kemarahan Presiden Joko Widodo kali ini sama dengan sebelumnya. Yaitu tidak berhubungan dengan rencana merombak kabinet.
"Jadi, marahnya Jokowi tampaknya bukan menjadi bagian dari evaluasi. Sebab, hal itu sudah sering dilakukan presiden. Karena itu, marahnya Jokowi kiranya tidak berhubungan dengan reshuffle,” tutupnya. 
- Gubernur Papua Terus Diserang Berita Hoax Secara Masif dan Sistematis
- AHY Musda Partai Demokrat Papua, Ajang Mempersatukan Kita
- Wacana Penundaan Pemilu oleh Parpol Semacam Pola Menuju Otoritarian