Kemarahan Presiden Joko Widodo kepada jajaran menteri di Kabinet Indonesia Maju masih terus menjadi polemik. Pengamat politik, Jamiluddin Ritonga bahkan menilai kemarahan itu aneh lantaran pangkal kemarahan Jokowi sudah diketahui khalayak umum.
- PSU Kabupaten Boven Digoel Laksanakan, 400 Orang Personel TNI-Polri Lakukan Pengamanan
- Hak Angket Pemilu Tidak Perlu, Pengamat: Semua Pihak Harus Bijaksana
- di New Delhi Menlu Bahas Berbagai Isu Kontemporer, Menandai 30 Tahun Hubungan Asean Dan India
Baca Juga
"Marahnya Jokowi bisa saja karena melihat kinerja menterinya rendah. Namun hal itu juga menjadi tanya, mengingat yang dimarahi presiden itu sesuatu yang sudah diketahui umum,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (8/3).
Tidak hanya aneh. Kemarahan itu juga menjadi tanda Jokowi telat dalam merespon isu yang berkembang di masyarakat. Salah satunya tentang wacana penambahan masa jabatan presiden yang didengungkan oleh lingkaran terdekatnya.
"Jadi, seharusnya presiden sudah mengetahui hal yang menjadi objek marahnya. Karena itu, menjadi aneh bila presiden baru marah sekarang,” ucapnya dikutip dari Kantor Berita RMOL.
Menurutnya, kemarahan Presiden Joko Widodo kali ini sama dengan sebelumnya. Yaitu tidak berhubungan dengan rencana merombak kabinet.
"Jadi, marahnya Jokowi tampaknya bukan menjadi bagian dari evaluasi. Sebab, hal itu sudah sering dilakukan presiden. Karena itu, marahnya Jokowi kiranya tidak berhubungan dengan reshuffle,” tutupnya. 
- Natalius Pigai: Isi SMS Blast Sudah Sesuai Tupoksi KPK, Tidak Ada Unsur Pribadi
- Siap Menangkan pemilu 2024, PKB Pengunungan Deklarasi Dukung Muhaimin Iskandar Jadi Persiden
- Rekapitulasi Suara Kabupaten Hanya Merekap Suara Distrik, Tidak Membahas Permasalahan