PAPUA SELATAN – Di balik luasnya bentang perkebunan kelapa sawit milik Tunas Sawa Erma (TSE) Group, terdapat peran penting perempuan yang turut menggerakkan roda produksi industri tersebut. Mereka hadir tidak hanya sebagai pelengkap, tetapi sebagai bagian aktif dalam sistem kerja yang kompleks, mulai dari lapangan hingga administrasi.
- Panen Pemberdayaan Lahan Sawah Masyarakat Kampung Urumb Bersama Satgas Mandala 1
- Babinsa Koramil 1711-02/MT Bantu Masyarakat Boven Digoel dalam Pembuatan Rumah
- Yonif Raider 755 Yalet Laksanakan Donor Darah Untuk Masyarakat Merauke
Baca Juga
Sejak pagi hari, pekerja perempuan terlibat dalam berbagai aktivitas, seperti pemeliharaan tanaman, pemupukan, hingga pengumpulan brondolan. Di sisi lain, sebagian lainnya menjalankan fungsi administrasi dan operasional pabrik. Variasi peran ini menunjukkan bahwa kontribusi perempuan tidak lagi terbatas pada sektor domestik, tetapi telah masuk dalam struktur industri modern.
Sosok seperti Adel Samfan dan Helmi Yongeneelen menjadi representasi nyata dari perubahan tersebut. Adel, perempuan Orang Asli Papua asal Boven Digoel, memilih kembali ke daerahnya setelah menyelesaikan studi di Yogyakarta. Kini ia bekerja di bagian Humas TSE Group dan membawa misi personal untuk menunjukkan bahwa perempuan Papua mampu mandiri tanpa meninggalkan identitas budaya.
“Saya ingin anak-anak perempuan di kampung tahu bahwa mereka bisa bekerja dan mandiri,” ungkap Adel.
Sementara itu, Helmi Yongeneelen, perempuan perantau asal Sulawesi, menghadapi dinamika berbeda. Bertugas di administrasi Divisi 9, ia harus beradaptasi dengan kondisi lapangan dan lingkungan sosial yang baru. Baginya, profesionalisme menjadi kunci utama.
“Bukan soal gender, tapi kualitas dan tanggung jawab dalam pekerjaan,” tegasnya.
Kehadiran keduanya mencerminkan adanya ruang bagi perempuan dalam industri sawit, baik dari kalangan lokal maupun luar Papua. Namun demikian, penting untuk terus mendorong agar partisipasi tersebut tidak hanya bersifat simbolik, melainkan juga setara dalam akses terhadap posisi strategis, pengambilan keputusan, serta perlindungan kerja.
Di tengah berkembangnya sektor perkebunan di Papua Selatan, perempuan perlahan mengambil peran lebih luas. Tantangannya ke depan bukan hanya membuka akses, tetapi memastikan bahwa kontribusi mereka diakui secara adil dan berkelanjutan.
- Ciptakan Keharmonisan bersama Warga Boven Digoel, Serka Maulana: Wujud Kemanunggalan TNI dengan Rakyat
- Sambut HUT Bhayangkara ke-76, Polres Boven Digoel Lakukan Baksos Berupa Pembagian Sembako
- Sosialiasiakan Maklumat Kapolri, Kasat Polairud Polres Merauke Tiba di Distrik Ilwayab Kabupaten Merauke
