Ketua Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Papua, Psikolog Devita Marie A.Marthin mengatakan dalam menyikapi pandemi corona sebaiknya masyarakat tetap tenang dan berpikiran positif, hal ini disampaikan kepada reporter RMOL Papua, Selasa (31/3).
- Lab PCR Bantuan Langsung dari KASAD akan Dibangun di Rumkitban TK IV Merauke
- Koramil Waropko Bersinergi dengan Puskesmas Ninati, Satgas Yonif 410, Polsek Waropko, PT Nindya Karya Gelar Pengobatan Massal dan Pembagian Sembako
- Biwage Diangkat Sebagai Sasaran Utama Pelayanan Kesehatan Spesialis Bergerak di Boven Digoel
Baca Juga
Derasnya arus informasi terkait covid-19 yang membuat masyarakat terkadang cemas dan panik sehingga dirinya menyarankan agar batasi informasi tentang covid-19 sehingga psikologi masyarakat tidak terganggu apalagi dengan berita yang belum jelas kebenaranya.
"Kepada masyarakat agar batasi mengonsumsi berita tentang covid-19, perhatikan kualitas informasi, karena hampir sebagian besar penyumbang kecemasan di masyarakat adalah karena informasi yg diperoleh mengenai covid-19" Kata psikolog Devita.
Dirinya juga menyarankan, ketika masyarakat dilanda kecemasan segera komunikasikan dengan orang terdekat atau kepada profesional seperti psikolog sehingga keluhannya bisa cepat diatasi dengan baik.
Komunikasikan rasa tidak nyaman, ketakutan atau kecemasan pada orang terdekat atau kepada profesional misalnya psikolog sehingga dapat segera teratasi" Tambahnya.
Pihaknya juga telah menyediakan jasa layanan gratis selama covid-19 bagi masyarakat yang ingin mengatasi kecemasannya.
"Untuk membantu masyarakat dalam mengatasi kecemasan dalam menghadapi covid-19, Kami dari IPK Papua bekerja sama dengan rekan-rekan Himpunan Psikologi (Himpsi) wilayah Papua memberikan layanan konsultasi gratis pada masyarakat melalui WhatSapp" Pungkasnya 
- Apresiasi Tenaga Kesehatan yang Tergabung dalam Tim Vaksinasi Presisi, Kapolres Boven Digoel Berikan Doorprize
- HUT Bhayangkara ke-78 Polres Boven Digoel Gelar Donor Darah
- Pakar WHO: Suntikan Booster Bukan Solusi Lawan Varian Baru Covid
