Senator Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Carel Suebu melaksanakan kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada para siswa dan civitas akademika SMA YPKP Al Fatah. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan dan kehidupan bernegara.
- Kodim 1711 Boven Digoel Gelar Latbakjatri TW II TA 2022
- DPD KNPI Boven Digoel Gelar Rapimpurda
- Peran Pemerintah dalam Pembangunan dan Kesejahteraan
Baca Juga
Dalam kegiatan tersebut, Carel Suebu menyampaikan bahwa Empat Pilar Kebangsaan merupakan fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Empat Pilar yang dimaksud meliputi Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa.Sentani, 22 Juni 2026
Menurut Carel Suebu, pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan sangat penting ditanamkan sejak usia sekolah. Para siswa merupakan generasi penerus yang akan menentukan arah masa depan Indonesia.
“Generasi muda tidak hanya perlu memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga harus memiliki karakter kebangsaan. Pancasila harus menjadi pedoman dalam bersikap, UUD NRI Tahun 1945 harus dipahami sebagai konstitusi, NKRI harus dijaga keutuhannya, dan Bhinneka Tunggal Ika harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Carel Suebu dalam rilis diterima redaksi rmolpapua.id
Ia menambahkan bahwa perkembangan teknologi informasi dan media sosial memberikan banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan bagi generasi muda. Karena itu, para siswa diharapkan mampu menggunakan media sosial secara bijak dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi palsu, ujaran kebencian, maupun paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
Dalam sesi diskusi, para peserta antusias mengajukan sejumlah pertanyaan kepada narasumber.
Salah satu peserta bertanya, “Bagaimana cara generasi muda menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah perkembangan media sosial dan perbedaan pendapat?”
Menjawab pertanyaan tersebut, Carel Suebu menjelaskan bahwa penerapan Pancasila dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menghormati orang lain, tidak melakukan perundungan, menghargai perbedaan pendapat, bersikap adil, serta menggunakan media sosial dengan bertanggung jawab.
“Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi harus diamalkan. Ketika kita menghormati teman yang berbeda suku, agama, maupun pendapat, tidak menyebarkan berita bohong, dan menyelesaikan masalah melalui musyawarah, maka kita telah menerapkan nilai-nilai Pancasila,” jelasnya.
Peserta lainnya kemudian bertanya, “Apa yang harus dilakukan generasi muda untuk menjaga persatuan Indonesia di tengah banyaknya perbedaan?”
Carel Suebu menjawab bahwa perbedaan merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dirawat, bukan dijadikan alasan untuk saling bermusuhan.
“Kita harus menyadari bahwa Indonesia dibangun dari keberagaman. Jangan menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk terpecah belah. Justru dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, kita harus saling menghargai dan membangun persatuan,” katanya.
Selain itu, seorang peserta juga menanyakan, “Bagaimana cara siswa berkontribusi dalam menjaga keutuhan NKRI?”
Menurut Carel Suebu, kontribusi generasi muda dapat dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga persatuan di lingkungan sekolah, menaati peraturan, aktif dalam kegiatan positif, hingga menjaga nama baik bangsa di dunia nyata maupun ruang digital.
Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah persatuan bangsa.
“Menjaga NKRI bukan hanya tugas TNI dan Polri. Setiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. Pelajar dapat berkontribusi dengan belajar, berprestasi, menjaga toleransi, serta menjadi pengguna media sosial yang bijak,” ungkapnya.
Kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tersebut berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan pandangan mengenai berbagai persoalan kebangsaan yang dihadapi generasi muda.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa SMA YPKP Al Fatah semakin memahami pentingnya nilai-nilai Pancasila, konstitusi, persatuan dalam bingkai NKRI, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika. Pemahaman tersebut diharapkan dapat diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
- Sularso Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI di SMA Entrepreneurship Cevalier Anasai
- Rudy Tirtayana Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI di SMP Negeri 1 Merauke
- Peringati Hari Guru, Sularso Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan di SMK N 1 Merauke