TSE Group Dukung Pelestarian Hutan Adat di Boven Digoel

BOVEN DIGOEL – PT Tunas Sawa Erma (TSE) A, unit usaha TSE Group yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan mendukung upaya perlindungan hutan adat di Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pemasangan papan imbauan larangan perburuan liar di kawasan hutan adat milik masyarakat.


Inisiatif ini berawal dari kekhawatiran masyarakat adat atas meningkatnya aktivitas perburuan liar yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Sebagai salah satu pemilik hak ulayat, Marga Irowop Kawab mengambil langkah untuk menjaga kelestarian hutan beserta kekayaan hayati dan warisan leluhur yang berada di dalamnya. Upaya tersebut kemudian mendapat dukungan dari TSE Group melalui pemasangan papan imbauan di sejumlah titik yang dinilai rawan terjadi perburuan liar.

Dukungan tersebut sejalan dengan komitmen TSE Group dalam menerapkan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. Dalam Piagam Environmental, Social, and Governance (ESG), perusahaan menegaskan larangan terhadap perburuan spesies endemik, termasuk kura-kura moncong babi dan burung cenderawasih, sebagai bagian dari komitmen perlindungan keanekaragaman hayati.

Selain itu, perusahaan terus menjaga kawasan bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value atau HCV) melalui berbagai program konservasi berkelanjutan, termasuk inisiatif Papua Conservation yang bertujuan mendukung perlindungan ekosistem di Papua.

TSE Group juga memastikan setiap aktivitas operasional dijalankan dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan, integritas, serta keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Perwakilan Marga Irowop Kawab, Edy Kawab, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan perusahaan terhadap upaya pelestarian hutan adat.

"Kami sangat berterima kasih kepada pihak perusahaan yang telah mendukung upaya kami dalam melindungi hutan adat dan warisan leluhur," ujar Edy Kawab saat ditemui pada Rabu (15/7).

Bagi masyarakat adat Papua, sebagian kawasan hutan memiliki nilai spiritual dan dipandang sebagai hutan keramat. Kepercayaan tersebut diwariskan secara turun-temurun karena masyarakat meyakini kawasan itu merupakan tempat bersemayamnya roh para leluhur, sehingga keberadaannya harus dijaga.

Di sisi lain, kawasan hutan di Papua masih menghadapi berbagai ancaman, antara lain pembalakan liar dan perburuan satwa liar yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem serta mengancam kelestarian spesies endemik.

Asisten Manager TSE A, Yohanes Sada Nanlohi, mengatakan kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat adat menjadi salah satu bentuk nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.

"Kerja sama antara TSE Group dan Marga Irowop Kawab dalam pemasangan papan imbauan ini merupakan contoh nyata sinergi antara perusahaan dan masyarakat adat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat setempat, sejalan dengan komitmen TSE Group untuk bekerja sama dengan masyarakat pemilik hak ulayat dalam memastikan pemenuhan komitmen sosial dan lingkungan," kata Yohanes.

Melalui dukungan terhadap pelestarian hutan adat, TSE Group berharap ekosistem yang memiliki nilai konservasi tinggi di Papua tetap terjaga. Langkah tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan alam dan budaya sebagai aset yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.