Merauke – Kebaktian Penyegaran Iman yang digelar di Gedung Bella Fiesta, Merauke, Kamis hingga Jumat (5–6 Februari 2026), menghadirkan kisah pertobatan yang menggugah. Pembicara utama, Pdt. Chairul Anwar, menyampaikan kesaksian hidup tentang perubahan radikal dari masa lalu kelam menuju kehidupan pelayanan.
- 63 Petugas Laksanakan Sensus Penduduk Lanjutan Di 214 Blok Sensus di Kabupaten Mappi
- Sosialisasi Kurang Masif, Vaksinasi di 3 Kabupaten di Papua Barat Baru Capai 7 Persen
- Personil Gabungan Amankan Jalannya Ibadah Malam Kudus Natal di Wilkum Boven Digoel
Baca Juga

Mengusung tema “Dari Ujung Bumi, Injil Diberitakan” (Kisah Para Rasul 1:8), kebaktian ini tidak hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga refleksi mendalam tentang kuasa Injil yang mampu memulihkan manusia tanpa memandang latar belakang masa lalunya.
Pdt. Chairul Anwar dikenal sebagai sosok yang mengalami transformasi hidup yang drastis. Ia pernah hidup dalam dunia kriminal dan kekerasan, namun kini berdiri sebagai pelayan Tuhan yang aktif memberitakan pertobatan dan pemulihan di berbagai daerah di Indonesia.
“Saya tidak berdiri di sini karena saya hebat, tetapi karena kasih Tuhan yang mengubah hidup saya. Masa lalu tidak menentukan masa depan ketika Injil bekerja di dalam diri seseorang,” ungkap Pdt. Chairul Anwar di hadapan jemaat.
Kehadirannya memberi pesan kuat bahwa Injil bukan sekadar ajaran moral, melainkan kekuatan nyata yang mampu mengubah kehidupan manusia secara menyeluruh.

Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Merauke, Yoseph B. Gebze, S.H., LL.M, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kebaktian tersebut. Menurutnya, nilai pertobatan, pemulihan, dan perubahan karakter memiliki relevansi penting dalam membangun masyarakat yang beradab dan berkeadilan.
“Kesaksian seperti ini menunjukkan bahwa pembangunan manusia tidak hanya soal fisik dan ekonomi, tetapi juga soal karakter, iman, dan tanggung jawab moral,” ujar Bupati Merauke.
Ketua Panitia Kebaktian Penyegaran Iman menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat iman jemaat serta meneguhkan peran gereja dalam kehidupan sosial masyarakat.
“Kami ingin jemaat melihat bahwa tidak ada kehidupan yang terlalu rusak untuk dipulihkan. Injil menjangkau semua orang, termasuk mereka yang pernah jatuh paling dalam,” ucap drg. Stevanus Ricardo, MDSc., Sp.Perio.

Salah seorang jemaat yang hadir mengaku sangat terkesan dengan kesaksian pembicara.
“Kesaksian ini sangat nyata dan menyentuh. Kami diingatkan bahwa perubahan itu mungkin, dan harapan selalu ada,” tuturnya.
Kebaktian Penyegaran Iman ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan spiritual sekaligus penguatan nilai-nilai kemanusiaan di Kabupaten Merauke, sejalan dengan semangat pemberitaan Injil dari ujung timur Indonesia.
- Dandim Boven Digoel Pimpin Pembukaan Semarak Natal Kodim 1711/BVD
- Sempat Hilang Kontak legislator DPR Papua di Temukan, Ini Penyebabnya !
- Peralatan Hulu Migas di Pertamina EP Field Papua Merupakan Aset Negara
