Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusahan Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Papua Barat Daya Masa Bhakti 2026-2029 menggelar Rapat Kerja Daerah, Pendidikan dan Pelatihan Dasar serta Forum Bisnis Daerah digelar di Gedung Lambert Jitmau, Kota Sorong, Sabtu, 02 Mei 2026.
- Penjelasan KPPN Sorong Terkait Realisasi APBN Papua Barat Daya Hingga 30 November 2023
- PETANI KAMPUNG NAGA PERKUAT KEMANDIRIAN PANGAN DENGAN HORTIKULTURA MODERN
- Transformasi Hijau di Kampung Seed Agung: PT ACP Gerakkan Pertanian Kopi Berkelanjutan
Baca Juga
Ketua Panitia Pelaksana, Fadlia Sanusi Rahaningmas dalam laporan kegiatan mengatakan kegiatan ini didukung penuh oleh Ketua HIPMI PBD Rob Rafael.
"Hari pertama Rakerda dan Diklatda, hari kedua akan digelar Forum Bisnis Daerah. Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, BPC HIPMI se Papua Barat Daya, senior HIPMI dan organisasi kepemudaan dan mahasiswa," kata Fadlia.
Ia berharap Kegiatan dengan tema Mewujudkan Program Kerja HIPMI Papua Barat Daya yang Terukur dan Berdampak, ini menjadi wadah konkret untuk mempertemukan para pelaku usaha, pengambil kebijakan serta generasi muda yang berambisi membangun Papua Barat Daya melalui sektor wirausaha.
Selain itu, Muhammad Mafa Uswanas yang mewakili BPP HIPMI mengaku jika kegiatan yang digelar oleh HIPMI PBD merupakan agenda penting organisasi.
"Tiga agenda ini merupakan wajib diikuti oleh pengurus DPC HIPMI, jika ingin maju ketua HIPMI berikutnya harus mengikuti kegiatan ini," kata dia.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat Daya, yang diwakili Plt Kepala Dinas PTSP Papua Barat Daya, Novianto menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Rapat Kerja Daerah HIPMI Papua Barat Daya.
Pemerintah Papua Barat Daya menegaskan bahwa Rakerda bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk merumuskan arah kebijakan dan program kerja yang berdampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Rapat kerja daerah bukan sekadar agenda organisasi, tetapi merupakan momentum strategis untuk merumuskan arah kebijakan, program kerja, serta langkah konkret dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Novianto.
Ia menekankan pentingnya kegiatan pendidikan dan pelatihan sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya bagi para pengusaha muda.
Menurutnya, peningkatan kompetensi dan daya saing menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin dinamis dan kompetitif.
Lebih lanjut disampaikan bahwa sebagai provinsi baru, Papua Barat Daya memiliki potensi sumber daya alam dan peluang ekonomi yang sangat besar. Namun demikian, potensi tersebut tidak akan optimal tanpa didukung oleh sumber daya manusia yang unggul, inovatif, dan memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat.
“ Di sinilah peran strategis HIPMI sebagai wadah pengusaha muda sangat dibutuhkan,” katanya.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya iklim usaha yang kondusif melalui kemudahan perizinan, penguatan akses permodalan, serta pengembangan sektor-sektor unggulan daerah.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui Rakerda dan kegiatan pelatihan ini, HIPMI Papua Barat Daya diharapkan mampu melahirkan program-program inovatif dan adaptif sesuai kebutuhan daerah. 
- Bupati Boven Digoel Didampingi Dandim 1711 dan Kapolres Hadiri Panen Raya di Asiki
- Semarakkan HUT RI 79. Tukar Poin di MyPertamina Dapatkan Berbagai Promo Menarik
- Produk Lokal Hasil Pendampingan Gereja di Merauke Ramaikan Pameran PON XX Papua Klaster Merauke