Ketegangan terjadi di Kabupaten Merauke, Papua, ketika Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Merauke dan Pemerintah Kabupaten Merauke memiliki pandangan yang berbeda terkait kegiatan belajar mengajar di sekolah.
- Bonus Demografi: Kabupaten Mappi Rayakan HKN ke-59 dengan Semangat Transformasi Kesehatan
- Peningkatan Sarana Kesehatan di Kabupaten Mappi Dukung Keberlanjutan Program JKN
- Asisten II Setda Boven Digoel Buka Workshop Perencanaan Kesehatan Daerah
Baca Juga
PGRI Kabupaten Merauke mengeluarkan himbauan kepada para Kepala Sekolah dan Guru untuk tidak mengadakan kegiatan belajar mengajar pada tanggal 22 April 2024. Himbauan tersebut bertujuan agar para guru dapat fokus memperjuangkan hak-hak mereka terkait Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) kepada Pemerintah Daerah.
Namun, Pemerintah Kabupaten Merauke merespons dengan mengeluarkan surat edaran yang memerintahkan para Kepala Sekolah dan Guru untuk tetap melaksanakan proses belajar mengajar pada tanggal tersebut. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan dekatnya jadwal Ujian Sekolah bagi SMA/SMK dan SMP serta Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) bagi SD.
Sementara PGRI Kabupaten Merauke bertindak sebagai penggerak dan penyalur aspirasi para guru di wilayah tersebut, Pemerintah Kabupaten Merauke harus memastikan bahwa keputusan yang diambil memperhatikan kepentingan dan kesejahteraan para guru serta kelancaran proses pendidikan di wilayah tersebut.
- Manfaat Perlindungan Sosial: Pegawai Honorer dan Pekerja Rentan Diuntungkan
- Inovasi Teknologi Dukung Peningkatan Produksi Perikanan di Distrik Obaa
- Tantangan dan Harapan dalam Implementasi Program JKN di Kabupaten Mappi