Sekertaris umum KONI Papua, Kenius Kogoya akan mempertimbangkan atlit Papua, terkait akan dikirim keluar atau tidak. Karena angka Covid-19 semakin membahayakan khusus daerah DKI dan sekitar Jawa.
- Peringati Hari Armada, Lantamal XI Adakan Fun Run 7,9K
- Pengkab Taekwondo Indonesia Boven Digoel Gelar Ujian Kenaikan Tingkat Perdana
- Jelang Hadapi Korsel, Timnas U-19 Indonesia Masih Sibuk Adaptasi Cuaca
Baca Juga
Hal itu dikatakan, Sekertaris Umum KONI Provinsi Papua, Kenius Kogoya usai menghadiri pembukaan kegiatan Penataran dan Sertifikasi Juri Lisensi "C" Nasional, di Hotel Horison Kotaraja, Kamis (17/6).
Keputusan itu diambil karena pihak KONI Papua tidak mau membahayakan para atlit-atlitnya yang siap berlaga di PON nanti, mengingat perhelatan tinggal 3 bulan mendatang.
"Dengan melihat kondisi Covid19 di DKI Jakarta atau di pulau Jawa yang semakin meningkat, jadi kita harus selamatkan diri untuk Tes Iven ini, kalo bisa litihsn disini kenapa harus keluar." ujar KK.
Kenius mengaku ada beberapa pertandingan telah dihentikan karena beberapa atlitnya terindikasi Covid19.
"Bahkan ada atlit kita yang kemarin pertandingan dari bela diri, dihentikan karena ada beberapa atlit kita terindikasi positif Covid-19," tandasnya. 
- Ramaikan HUT TNI Ke 79 Dengan Olahraga Bersama
- Nama Tenaga Relawan PON XX Untuk Wilayah Merauke Yang Tersebar Belum Resmi
- Pesan Ketua KONI Kepada Pengprov Muathai Papua Baru Terpilih, Menuju PON XXI