Sekertaris umum KONI Papua, Kenius Kogoya akan mempertimbangkan atlit Papua, terkait akan dikirim keluar atau tidak. Karena angka Covid-19 semakin membahayakan khusus daerah DKI dan sekitar Jawa.
- PON XXI Aceh Sumut, Papua Kirim 325 Atlit, Target 42 Emas dari 47 No pertandingan
- Tingkatkan Imunitas Tubuh, Bhayangkari Boven Digoel Mengaktifkan kembali Olahraga Rutin Bersama.
- Turnamen Sepak Bola Bupati Cup di Boven Digoel Kedepan Harus Semi Kompetisi
Baca Juga
Hal itu dikatakan, Sekertaris Umum KONI Provinsi Papua, Kenius Kogoya usai menghadiri pembukaan kegiatan Penataran dan Sertifikasi Juri Lisensi "C" Nasional, di Hotel Horison Kotaraja, Kamis (17/6).
Keputusan itu diambil karena pihak KONI Papua tidak mau membahayakan para atlit-atlitnya yang siap berlaga di PON nanti, mengingat perhelatan tinggal 3 bulan mendatang.
"Dengan melihat kondisi Covid19 di DKI Jakarta atau di pulau Jawa yang semakin meningkat, jadi kita harus selamatkan diri untuk Tes Iven ini, kalo bisa litihsn disini kenapa harus keluar." ujar KK.
Kenius mengaku ada beberapa pertandingan telah dihentikan karena beberapa atlitnya terindikasi Covid19.
"Bahkan ada atlit kita yang kemarin pertandingan dari bela diri, dihentikan karena ada beberapa atlit kita terindikasi positif Covid-19," tandasnya. 
- Doorprize Ratusan Juta, Ribuan Orang Penuhi Lapangan Mandala Ikuti Jalan Santai KPU Provinsi Papua Selatan
- Jelang Babak 3 Kualifikasi Piala Dunia, Shin Tae-yong Enggan Umbar Janji
- Pemda Boven Digoel Gelar Lomba Lari Maraton dalam Rangka HUT RI ke-79