Kementerian Agama melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) merilis logo baru halal yang terlihat seperti gambar gunungan wayang. Logo yang nantinya akan diberlakukan secara nasional itu pun menuai sorotan.
- Tangkap Tiga Kepala Daerah Dalam Satu Bulan, Ketua KPK: Apakah Kami Diam?
- Teriakan "Manyala Kakaku" dari Majelis Taklim Abepura, Menandai Kemenangan Paulus Waterpauw
- Tokoh Gereja Gidi Berharap Prabowo-Gibran Lanjutkan Pembangunan Era Jokowi di Papua
Baca Juga
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyampaikan bahwa logo baru tersebut tidak mencerminkan nasionalisme. Argumentasi Anwar Abbas, tidak semua daerah di Indonesia memiliki kesenian wayang karena identik hanya Pulau Jawa.
“Pertanyaannya, wayang itu kan hanya orang Jawa, kalau Sumatera tidak ada, Kalimantan tidak ada. Jadi itu tidak mencerminkan nasionalisme,” kata Anwar Abbas kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (13/3).
Dia menambahkan, Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi toleransi dan kebersamaan. Menurutnya, logo baru yang diluncurkan Kemenag tidak perlu menggunakan simbol yang hanya dimiliki satu daerah saja.
“Apalagi, kita kan melambangkan kebersamaan ya, kalau kebersamaan pakai tulisan Arab saja halalnya,” imbuhnya. Dikutip Dari Kantor Berita RMOL.
Menurutnya, tulisan halal dengan menggunakan bahasa Arab mempertegas bahwa kehalalan suatu barang atau makanan tersebut terjamin dan dapat dimengerti masyarakat.
"Kata halal dalam bahasa arab masih ada tapi ditulis dalam bentuk kaligrafi. Indah. Tapi tidak banyak orang yang tahu itu tulisannya apa, terlihatnya seperti gunungan dalam wayang,” tutupnya.
- Aliansi Mahasiswa Tangerang Raya (AMT-RAYA) Mendukung "IRJEN.POL. Asep Edi Suheri, S.I.K., M.Si" Sebagai Kapolda Metro Jaya
- Caketum Golkar Mengerucut ke Nama Bahlil Lahadalia
- Munas Golkar Hari Ini Bakal Tetapkan Bahlil Lahadalia Sebagai Ketum Beringin