Kementerian Agama melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) merilis logo baru halal yang terlihat seperti gambar gunungan wayang. Logo yang nantinya akan diberlakukan secara nasional itu pun menuai sorotan.
- Nasdem Bidik Anies Baswedan, Ridwan Kamil dan Ganjar Masuk Bursa Pilpres 2024
- 30 Anggota DPR Kabupaten Merauke Resmi Dilantik
- KPU Kabupaten Merauke Luncurkan Tahapan Pemilihan Kepala Daerah 2024
Baca Juga
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyampaikan bahwa logo baru tersebut tidak mencerminkan nasionalisme. Argumentasi Anwar Abbas, tidak semua daerah di Indonesia memiliki kesenian wayang karena identik hanya Pulau Jawa.
“Pertanyaannya, wayang itu kan hanya orang Jawa, kalau Sumatera tidak ada, Kalimantan tidak ada. Jadi itu tidak mencerminkan nasionalisme,” kata Anwar Abbas kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (13/3).
Dia menambahkan, Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi toleransi dan kebersamaan. Menurutnya, logo baru yang diluncurkan Kemenag tidak perlu menggunakan simbol yang hanya dimiliki satu daerah saja.
“Apalagi, kita kan melambangkan kebersamaan ya, kalau kebersamaan pakai tulisan Arab saja halalnya,” imbuhnya. Dikutip Dari Kantor Berita RMOL.
Menurutnya, tulisan halal dengan menggunakan bahasa Arab mempertegas bahwa kehalalan suatu barang atau makanan tersebut terjamin dan dapat dimengerti masyarakat.
"Kata halal dalam bahasa arab masih ada tapi ditulis dalam bentuk kaligrafi. Indah. Tapi tidak banyak orang yang tahu itu tulisannya apa, terlihatnya seperti gunungan dalam wayang,” tutupnya.
- Abner Jitmau Pendaftar Pertama Bakal Calon Wali Kota Sorong di Partai Demokrat
- Analisa Pertahanan Lokasi IKN Baru Versi Nuning Kertopati
- Partai Demokrat Usung AFU - Petrus Kasihiw Pilkada Papua Barat Daya 2024
