Aksi demonstrasi yang akan dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di depan Gedung DPR RI hari ini diharapkan tidak agresif agar pesan yang disuarakan benar-benar sampai ke telinga wakil rakyat.
- RUU DOB Papua Disahkan, Polri Bakal Bentuk 3 Polda Baru di Papua
- Demokrat dan Nasdem Bisa Raih Simpati Publik Jika Bentuk Koalisi Lawan Jokowi
- Memasuki Masa Tenang, KPU Minta Alat Peraga Kampanye Paslon Sudah Harus Diturunkan
Baca Juga
"Mahasiswa yang demo sebaiknya taat dengan prinsip demokrasi. Dalam menyuarakan aspirasi tetap lugas dan jelas, tanpa menghina pihak-pihak yang menjadi objek demo," kata pengamat politik Jamiluddin Ritonga kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (11/4).
Mahasiswa juga diminta tidak terprovokasi oleh kemungkinan adanya penyusup yang ingin menunggangi unjuk rasa.
"Jaga diri agar tidak terpancing dari prokokator. Sebab, dalam aksi demo besar kerap ditungggangi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Tujuan mereka ingin menjatuhkan reputasi mahasiswa yang melakukan demo," katanya.
Mantan Dekan FIKOM IISIP ini berharap agar mahasiswa menjaga kekompakan mereka agar aspirasi yang hendak disampaikan tersalurkan dengan baik.`
"Karena itu, soliditas mahasiswa harus dijaga. Tujuannya agar apa yang diperjuangkan mahasiswa dapat tercapai," tutupnya. 
- Skenario Jumlah Kursi di 3 DOB Papua Sudah Disiapkan KPU, Begini Simulasinya
- KONI Papua Gelar Ibadah Lepas Sambut Tahun Baru dan HPI Ke-167 tahun 2022 di Kota Jayapura
- Hari Ini, Kepala Bappilu Partai Demokrat Andi Arief Masuk Agenda Pemeriksaan KPK
