Persoalan di Papua yang tidak kunjung usai membuat Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri, bersedih.
- Caketum Golkar Mengerucut ke Nama Bahlil Lahadalia
- Teguh Santosa Masuk 4 Besar Survei Partai Gerindra Pemilihan Gubernur Sumatera Utara
- Sekjen MUI: MIF 2024 Momentum Populerkan Sistem Ekonomi Syariah
Baca Juga
Kesedihan itu diungkapkan saat menghadiri pengoperasian Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bung Karno-369, di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (1/6).
“Rasanya saya sedih lho, ini boleh dong, lah kok urusan Papua saja kok nggak selesai-selesai. Jadi saya bingung sendiri. Terus saya mikir sendiri," kata Megawati.
Mega mengaku, saat menjadi presiden sudah memahami permasalahan yang terjadi di daerah, termasuk Papua. Sebab itu dia heran dengan permasalahan di Bumi Cenderawasih yang hingga kini tidak kunjung selesai.
“Saya pernah (jadi) presiden. Saya tahu dan saya tahu banget, bukannya tahu saja, kan dulu saya juga punya panglima, suka saya perintah, jadi saya lihat ini kenapa ya? Salahnya di mana ya?" ia balik bertanya.
Melihat fakta saat ini di Papua, Mega sampai berpikir, jika ia sebagai presiden akan menerjunkan sejumlah batalion tentara ke Papua seiring dengan konflik bersenjata antara TNI dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Merdeka (TPNPB). Dia memandang TPNPB merupakan rakyat RI yang terprovokasi.
"Saya lihat yang maju ke Papua ini. Saya terus bilang, hm, kalau saya masih komandan, boleh toh Pak ngomong?" ucap Megawati.”
“Kalau saya masih komandan, saya turunkan di sana berapa batalion. Keren, kan," lanjut dia.
Terlebih, kata dia, pasukan TPNPB tidak lebih banyak dari angkatan bersenjata. "Saya kan mikir ini (jumlah TPNPB) hanya segitu. Lah, kok, dipateni (dibunuh) dal, del, dal, del, matek," sambungnya.
- Bawaslu Pastikan Seleksi Anggota Tingkat Daerah Pertimbangkan Keterwakilan Perempuan hingga Putra Daerah
- KPU Kabupaten Mappi Gelar Rapat Pleno Terbuka Penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pemilu 2024
- Kristian Gebze dan Pragoyo Jalani Wawancara Dengan Partai PPP