Menteri Erick Thohir Dorong NU Punya 250 BUMN Sendiri

Nahdlatul Ulama (NU) harus mengambil peran dalam kebangkitan ekonomi di era pandemi. Utamanya, dengan membangun dan memiliki setidaknya 250 Badan Usaha Milik NU alias BUMNU.


Begitu dikatakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke-99 yang bertajuk 'Merawat Jagat, Membangun Peradaban' di Pondok Pesantren Syaichona Moh Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Kamis (17/2).

Nahdlatul Ulama (NU) didirikan pada 31 Januari 1926 M atau 16 Rajab 1344 H. Usianya, kini 96 tahun versi masehi dan 99 tahun dalam perhitungan hijriah.

Erick memandang perlu menyampaikan motivasi itu, mengingat pandemi Covid-19 tidak hanya menekan sendi-sendi kesehatan tapi juga perekonomian.

"Diimplementasikan hari ini dengan menandatangani kerja sama antara BUMN-nya punya NU dan BUMN punya Indonesia," ujar Erick.

Selain itu, Erick mengatakan, para ahli di BUMN juga bakal dilibatkan dalam pengembangan Badan Usaha Milik NU. Baik dari sisi pemasaran, perbaikan produk, hingga soal digitalisasi.

Dia pun berharap kerja sama ini bisa menjadi penyeimbang perekonomian. Sehingga, komoditas yang dihasilkan akan terus mengalami kenaikan.

"Kebetulan kami BUMN juga memproduksi gula, daging, kelapa sawit, dan lain-lain. Ini juga bisa dijadikan pem-balance," terangnya.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf menyebut Badan Usaha Milik NU bakal melibatkan sekurang-kurangnya 130 PCNU se-Indonesia. Selain itu, PBNU juga hendak mendidik 10 ribu wirasantri.

"insyaAllah nanti akan kita bangun 250 BUMNU, Badan Usaha Milik NU, dan akan kita didik sekurang-kurangnya 10 ribu wirasantri," kata Gus Yahya.

Turut hadir pada acara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki.