Merauke, Papua Selatan — Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini akan diwujudkan dengan cara yang berbeda oleh ratusan pemuda dan komunitas otomotif di Papua Selatan.
- Kabar Duka Selimuti Para Pecinta Otomotif di Tanah Papua, RIP KK Iqbal
- Cacat Produksi, Kia Tarik Ratusan Mobil Model Carnival di Australia
- RAKERWIL KONI Papua Resmi Dibuka Ini Harapan Gubernur Lukas Enembe
Baca Juga


Bukan sekadar menggelar kegiatan seremonial, mereka akan menempuh perjalanan lintas wilayah sejauh kurang lebih 500 kilometer dari Merauke menuju Kabupaten Boven Digoel sambil membawa pesan persatuan melalui Touring Merah Putih “Merajut Nusantara”.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 15–17 Agustus 2026 tersebut digagas Komunitas Titik Nol Divisi Jalan-Jalan bersama Paguyuban Otomotif Papua Selatan. Sekitar 100 unit sepeda motor diperkirakan ambil bagian dalam perjalanan yang sekaligus menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan Republik Indonesia.
Ketua Paguyuban Otomotif Papua Selatan, Randykha, mengatakan touring tersebut dirancang bukan hanya sebagai aktivitas komunitas, tetapi sebagai gerakan bersama untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme dan mempererat persaudaraan antarpemuda di Papua Selatan.

Menurutnya, setiap kilometer yang ditempuh peserta akan membawa pesan bahwa perbedaan wilayah, suku, maupun latar belakang bukan penghalang untuk menjaga persatuan Indonesia.
“Perjalanan ini membawa pesan utama tentang persatuan,” kata Randykha saat diwawancarai awak media, Kamis (13/8/2026).
Hal yang menjadi daya tarik utama dalam perjalanan ini adalah keterlibatan langsung para peserta dalam membawa simbol kemerdekaan.
Setiap sepeda motor yang mengikuti touring akan membawa Bendera Merah Putih selama perjalanan. Dengan demikian, sepanjang jalur Merauke menuju Boven Digoel, rombongan akan membawa suasana perayaan kemerdekaan hingga ke wilayah tujuan.
Tidak berhenti pada ratusan bendera yang dibawa masing-masing peserta, rombongan juga akan membawa Bendera Raksasa Nusantara berukuran 81 x 8 meter.
Bendera tersebut memiliki makna khusus karena merupakan hasil sumbangan para pemuda dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Papua Selatan, Nangroe Aceh Darussalam, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Timur.
Keterlibatan pemuda dari berbagai daerah itu menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan bukan milik satu wilayah saja. Dari barat hingga timur Indonesia, semangat yang sama dipertemukan melalui Merah Putih.
Bagi para peserta, membawa bendera tersebut melewati perjalanan panjang menuju Boven Digoel juga menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu sekaligus ajakan kepada generasi muda untuk terus menjaga persatuan.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 500 kilometer, rombongan akan tiba di Boven Digoel dan mengikuti sejumlah agenda bersama masyarakat setempat.
Salah satu agenda utama adalah mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Selain mengikuti upacara, rombongan juga dijadwalkan membentangkan Bendera Raksasa Nusantara berukuran 81 x 8 meter.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum yang mempertemukan pemuda dari Merauke dengan masyarakat Boven Digoel dalam suasana kebangsaan.
Kehadiran komunitas otomotif juga diharapkan tidak hanya memberikan warna dalam perayaan HUT Kemerdekaan, tetapi membuka ruang silaturahmi dan memperkuat hubungan sosial antarkomunitas di Papua Selatan.
“Merajut Nusantara” pun menjadi pesan penting dalam kegiatan tersebut. Perjalanan lintas kabupaten itu menggambarkan bagaimana anak-anak muda dapat mengambil peran dalam menjaga kebersamaan dan menghadirkan semangat nasionalisme melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan mereka.
Dengan jumlah peserta mencapai sekitar 100 unit sepeda motor dan jarak perjalanan yang cukup jauh, panitia menempatkan aspek keselamatan sebagai perhatian utama.
Koordinasi dilakukan dengan Polres Merauke dan Polres Boven Digoel untuk mendukung pengamanan serta kelancaran perjalanan rombongan.
Peserta juga diimbau mematuhi seluruh aturan lalu lintas, menjaga kecepatan, mengutamakan keselamatan selama perjalanan, serta menjaga ketertiban di sepanjang jalur yang dilalui.
Selain itu, rombongan diharapkan menghormati masyarakat dan lingkungan sekitar, terutama ketika melintasi kampung-kampung dan permukiman warga di sepanjang jalur Trans Papua.
Panitia berharap perjalanan tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga seluruh peserta tiba di kota Tanah Merah Kabupaten Boven Digoel.
Touring Merah Putih “Merajut Nusantara” pada akhirnya bukan hanya tentang perjalanan dari Merauke menuju Boven Digoel.
Ada pesan kebangsaan yang ingin dibawa sepanjang perjalanan: bahwa semangat Indonesia tetap hidup di wilayah paling timur negeri ini.
Ratusan pemuda, puluhan komunitas, sekitar 100 sepeda motor, dan satu Bendera Raksasa Nusantara akan menjadi bagian dari perjalanan yang menghubungkan dua wilayah di Papua Selatan tersebut.
Dari Merauke, Merah Putih akan dibawa menyusuri jalan menuju Boven Digoel. Di sepanjang perjalanan, bendera itu bukan sekadar simbol negara, tetapi menjadi pengingat bahwa keberagaman Papua Selatan merupakan bagian tak terpisahkan dari keberagaman Indonesia.
Ketika rombongan akhirnya tiba di Boven Digoel dan Bendera Raksasa Nusantara dibentangkan, perjalanan tersebut diharapkan menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana generasi muda dapat ikut merawat nasionalisme.
Merauke menjadi titik berangkat. Boven Digoel menjadi titik pertemuan. Dan Merah Putih menjadi simbol persatuan yang menyatukan seluruh perjalanan.
- Ini Hasil Verifikasi Tim Penjaringan Calon Ketua IMI Papua, Memenuhi Syarat
- Cacat Produksi, Kia Tarik Ratusan Mobil Model Carnival di Australia
- Sehari Sebelum MotoGP Mandalika 18 Drone Diturunkan