Sejumlah maskapai penerbangan sudah berteriak lantaran harga avtur meroket cukup tajam
- Lagi Bulog, Impor 500 Ribu Ton Beras Masuk ke Indonesia
- Dinilai Penuh Gagasan, Pemda, DPRD, dan HIPMI Siap Berkolaborasi Dengan Petani Milenial Merauke
- GABRIEL NDIKEN, PUTRA ASLI PAPUA ASAL SUKU MARIND YANG SUKSES JALANKAN BISNIS KULINER DI SEMARANG
Baca Juga
GM Commercial Support Lion Air Group Saleh Alatas menuturkan bahwa, biaya kenaikan avtur mendominasi biaya operasional pesawat.
"Saat ini, seperti kita tahu bersama harga tiket yang kita jual juga sangat terasa ya. Karena, hal ini tentu didasari oleh kenaikan harga avtur yang mana harga avtur ini memang mendominasi dari biaya operasional,” kata Saleh dalam acara diskusi virtual “Harga Avtur Terus Meroket, Bagaimana Nasib Transportasi Udara? yang diselenggarakan APJAPI, Minggu (17/7).
Menurutnya, jika pemerintah mampu menekan harga avtur, maka harga tiket pesawat terbang akan bisa stabil.
“Jadi, singkat cerita bagaimana kalau kita mau melayani masyarakat dengan optimal? Bagaimana peran kita dalam menekan harga kenaikan,” imbuhnya. Dikutip dari Kantor Berita RMOL, Senin (18/7).
Dia menambahkan di tengah ketidakpastian dan kelangsungan hidup yang begitu berat saat ini, aviasi merupakan salah satu industri di Indonesia yang cukup besar dampaknya jika harga avtur naik.
“Karena memang komposisi pertama bahan bakar ini sangat-sangat komponennya di biaya operasional pesawat,” tutupnya.
- Kondisi Realisasi APBN Sampai 29 Februari 2024 khusus di Papua Barat Daya
- Gabungan 3 Kota di Papua, Terjadi Inflasi Pada Mei 2022 Sebesar 0,69 %
- Penjelasan KPPN Sorong Terkait Realisasi APBN Papua Barat Daya Hingga 30 November 2023