Pemerintah diminta untuk tidak mengambil kebijakan pemekaran Papua. Sebab dengan pemekaran Papua, bukan tidak mungkin konflik di Bumi Cenderawasih makin tak terbendung.
- Temuan Dinamika Survei: 86,70 Persen Publik Tak Setuju Pemilu Ditunda
- Meski Banyak Figur Lain, Golkar Konsisten Capreskan Airlangga Hartarto
- Menteri era SBY: Sri Lanka Hancur Gara-gara Utang 729 T, Jangan Lagi Bercanda Soal “Simpanan Masih 11 Ribu T”
Baca Juga
Hal tersebut ditegaskan aktivis Papua, Natalius Pigai merespons kabar terbaru adanya kontak senjata antara TNI dan kelompok teroris Papua di Distrik Gome, Kabupaten Puncak.
Pigai yang juga mantan Komisioner Komnas HAM ini mengatakan, pihaknya pernah membicarakan soal pemekaran Papua bersama dengan Komisi II DPR RI dan Kapolri saat itu, Jenderal Tito Karnavian.
"Yang terhormat Joko Widodo, saya pernah bilang Mendagri (Tito Karnavian) sewaktu (masih menjabat sebagai) Kapolri. Saya bertemu Ketua Komisi II DPR, Fraksi Demokrat, PKB, PKS dan lain-lain," kata Natalius Pigai dikutip dari akun Twitternya, Kamis (27/1).
Ditegaskan Pigai, jika pemekaran tersebut benar-benar dilakukan, maka bukan tidak mungkin akan terjadi perang sipil.
"Jika Papua dimekarkan, maka orang Papua akan beli senjata & BOM lawan aparat dan perang sipil. Demi kemanusiaan, saya saran jangan mekarkan Papua!" tandas Pigai. Dikutip dari Kantor Berita RMOL. 
- DPC Hiswana Migas Papua Selatan Gelar Muscab Ke VII di Merauke
- Papua jadi Fokus Utama, Segera Kebagian Makan Bergizi Gratis
- Teror Pelemparan Bom Molotov di Kantor Redaksi Jubi Jayapura, 2 Unit Mobil Terbakar
