Partai Nasdem Provinsi Papua secara terbuka menyatakan sikap tidak mengusung calon dalam bursa kursi wakil Gubernur yang sedang dibahas.
- Kabar Dukungan Romanus Mbaraka Kepada Pasangan Yosfan, Yosep Bladib Gebze Tegaskan Politik Itu Dinamis
- Usut Korupsi Bansos Juliari, KPK Diminta Periksa Ketua Komisi III Herman Hery
- PBB: Dalam 48 Jam Ada Lebih dari 50.000 Orang Ukraina Tinggalkan Negaranya
Baca Juga
Demikian pernyataan Ketua DPD Partai Nasdem Papua, Matius Awoitauw, saat ditemui awak media Suni Hotel Abepura, Selasa (13/7)
Lanjut Matius, menjelaskan bahwa pihaknya hanya mengawal koalisi sehingga proses tersebut berjalan dengan baik.
"Kalau saya maju lagi nanti koalisi siapa yang urus. Karena itu Nasdem mengambil sikap, kita ada di pihak untuk mengawal proses ini bisa berjalan baik dan netral," ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya memilih netral mengingat bisa terjadi tabrakan kepentingan politik dari koalisi tersebut.
"Kita harus netral. Kalau kita masuk nanti bisa tabrak kepentingan terlalu ramai," ujar Matius. Sebenarnya Kata Awoitauw Nasdem merupakan partai pemenang dengan kekuatan paling besar di DPRP.
"Padahal partai Nasdem di DPRP kita pemenang, Kekuatannya besar tetapi kepentingan daerah sehingga kita berharap proses bisa berjalan dengan lancar. " pungkasnya.
Saat ini rapat kualisi Lukmen Jilid II sudah berjalan dua hari, baru partai Hanura yang mengusungkan 1 (satu) nama di koalisi. sejak pendaftaran dibuka sejak kemarin senin (22/7). 
- Hanura Papua Penuhi Seluruh Syarat Verifikasi Faktual
- Kekayaan Pj Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw Mencapai Rp10,64 Miliar
- Negara Lain Tunda Pemilu Maksimal 75 Hari sedangkan Indonesia Dua Tahun, Jokowi Mau Apa?