Partai Nasdem Provinsi Papua secara terbuka menyatakan sikap tidak mengusung calon dalam bursa kursi wakil Gubernur yang sedang dibahas.
- KPU Lakukan Verifikasi Pada Perbaikan Berkas Bacakda Kabupaten Merauke
- Firli Bahuri Harap JMSI Memainkan Andil Besarnya sebagai Kontrol Sosial
- Firli Bahuri Beberkan Dugaan Penyebab Langkanya Minyak Goreng di Indonesia
Baca Juga
Demikian pernyataan Ketua DPD Partai Nasdem Papua, Matius Awoitauw, saat ditemui awak media Suni Hotel Abepura, Selasa (13/7)
Lanjut Matius, menjelaskan bahwa pihaknya hanya mengawal koalisi sehingga proses tersebut berjalan dengan baik.
"Kalau saya maju lagi nanti koalisi siapa yang urus. Karena itu Nasdem mengambil sikap, kita ada di pihak untuk mengawal proses ini bisa berjalan baik dan netral," ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya memilih netral mengingat bisa terjadi tabrakan kepentingan politik dari koalisi tersebut.
"Kita harus netral. Kalau kita masuk nanti bisa tabrak kepentingan terlalu ramai," ujar Matius. Sebenarnya Kata Awoitauw Nasdem merupakan partai pemenang dengan kekuatan paling besar di DPRP.
"Padahal partai Nasdem di DPRP kita pemenang, Kekuatannya besar tetapi kepentingan daerah sehingga kita berharap proses bisa berjalan dengan lancar. " pungkasnya.
Saat ini rapat kualisi Lukmen Jilid II sudah berjalan dua hari, baru partai Hanura yang mengusungkan 1 (satu) nama di koalisi. sejak pendaftaran dibuka sejak kemarin senin (22/7). 
- Demokrat Usung John Tabo-Ones Pahabol di Papua Pegunungan
- Jelang Putusan MK Sengketa Pilkada Boven Digoel, Ratusan TNI-POLRI Diterjungkan Untuk Mengamankan
- Deputi BNPT Akui Potensi Pulau Terluar Fani Sangat Melimpah