Sayangkan aksi demontrasi mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Cendrawasih (Uncen), Tim Pemenangan Daerah (TPD) Papua meminta Rektor Universitas Cendrawasih (Uncen) klarifikasi soal penolakan terhadap Ganjar Pranowo yang batal memberikan kuliah umum di Auditorium pada Selasa 21 November 2023.
- Ketua KPU: Untuk Pemilu Serentak 2024, Opsi Kami Masih Februari
- Kader Militan Demokrat, RHP Optimis DPP Akan Memilihnya Untuk Pimpin Papua
- Usai Dilantik Sebagai Bupati Definitif, Chaerul Anwar Akan Fokus Jalankan Visi Misi
Baca Juga
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar-Mahfud Papua, Kenius Kogoya saat di konfirmasi, Rabu, (22/11).
Kenius menegaskan, apa yang dilakukan oleh mahasiswa bisa ditafsirkan sebagai berita miring oleh masyarakat.
"Orang bisa menafsirkan atau menanggapinya dengan berbagai macam hal. Kita tidak ingin kemudian calon presiden Ganjar itu menjadi blunder. Kita minta supaya klarifikasi," tegasnya.
Menurutnya, selain memberikan kuliah umum, Ganjar juga memberikan pendidikan politik kepada para mahasiswa.
Karena kata dia, Uncen merupakan tempat berkumpulnya para kaum intelektual sehingga para calon presiden bisa menyampaikan visi misi dan gagasan untuk kemajuan bangsa kedepannya.
"Oleh karena itu, perguruan tinggi saya pikir wajib untuk bagaimana bisa menerima calon presiden ini untuk bisa memberikan, baik itu kuliah umum ataupun juga visi misi dan lain sebagainya," ujarnya.
Namun Kenius juga menyampaikan, masih belum mengetahui apa yang menjadi mekanisme oleh Uncen atas penolakan tersebut.
"Saya pikir mahasiswa juga harus diarahkan untuk berfikir yang cerdas. Tidak harus melalui demo dan lain sebagainya," tandasnya.
Kenius juga menegaskan bahwa kampus bukanlah tempat untuk berpolitik.
"Jadi berdebat, berdiskusi menyangkut dengan pikiran gagasan besar menyangkut dengan bangsa dan negara itu ada di dunia kampus," tegasnya.
Sehingga Kenius menyampaikan, kampus harus terbuka untuk menerima siapapun untuk berdiskusi.
"Diskusi hal-hal yang ilmiah, intelektual untuk menyampaikan visi dan misi itu tempatnya memang pas di kampus bukan di pinggir jalan," tegasnya.
"Mungkin perlu Uncen memberikan klarifikasi supaya tidak merugikan pasangan Calon Presiden yang diusung oleh partai PDIP, Hanura, PPP dan juga Perindo," pungkasnya. 
- Mantan Anggota Bawaslu: Setelah Pemilu dan Pilkada Serentak 2024, Eksistensi Penyelenggara Pemilu Apa?
- Terima Dukungan PKB dan PSI, Pasangan MARI Optimis Menang Pilkada Merauke
- Din Syamsuddin: Partai Pelita Tak Hanya Diisi Purnawirawan TNI dan Polri