Jakarta – Anggota DPD RI dari daerah pemilihan Papua Selatan, Sularso, SE, menghadiri Musyawarah Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia ke-10 (Munas HKTI X) yang digelar di Jakarta.
- Kenius Kogoya Masuk Daftar Calon Wagub Papua Dari Partai Golkar
- Usulan Penundaan Pemilu 2024 Tak Miliki Dasar Hukum dan Politik, Politikus PDIP: Sudahlah, Kita Tutup Wacana Ini
- Kementerian Sosial Cabut Izin ACT
Baca Juga


Dalam forum nasional ini, Sularso membawa aspirasi dan harapan besar untuk penguatan sektor pertanian di wilayah timur Indonesia, khususnya di Kabupaten Merauke sebagai daerah strategis penyangga ketahanan pangan nasional.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Munas HKTI X, Sularso turut menghadiri Ramah Tamah Pembukaan Kongres Tani dan Tani Fest yang bertempat di Auditorium Kementerian Pertanian. Acara tersebut menjadi ajang silaturahmi antar pemangku kepentingan sektor pertanian dan menandai dimulainya rangkaian forum tani berskala nasional.
Munas HKTI X menjadi wadah penting untuk merumuskan arah kebijakan pertanian ke depan, dengan penekanan pada transformasi pertanian modern berbasis teknologi, kesiapan SDM, dan distribusi alat dan mesin pertanian (alsintan).
“Kami mendukung penuh transformasi pertanian dengan penerapan teknologi modern, namun hal ini harus dibarengi dengan pengembangan kapasitas masyarakat, terutama petani di kampung. Mereka perlu dilibatkan secara aktif, didampingi, dan difasilitasi agar benar-benar menyentuh sampai di akar rumput,” ujar Sularso di sela-sela kegiatan yang dihadiri jajaran pejabat Kementerian Pertanian dan tokoh-tokoh tani nasional, Selasa (24/6/2025).
Sularso menekankan bahwa upaya modernisasi pertanian juga harus disertai dengan pembinaan petani lokal, khususnya generasi muda Orang Asli Papua (OAP), agar mampu menjawab tantangan masa depan. Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh alat, tetapi juga oleh siapa yang mengoperasikannya.
“Kita harus mulai mempersiapkan petani lokal yang adaptif dan terlatih, serta mendorong lahirnya petani milenial dari kalangan OAP. Ini bukan sekadar regenerasi, tetapi soal keberlanjutan dan kemandirian pangan di tanah Papua,” tambahnya.
Ia juga menyoroti Kabupaten Merauke sebagai wilayah yang sangat potensial dalam mendukung kemandirian pangan nasional. Dengan luas lahan yang subur dan pengalaman panjang dalam produksi padi, Merauke dinilai sangat layak menjadi pusat pengembangan pertanian modern berbasis kawasan di timur Indonesia.
“Merauke bukan hanya lumbung padi, tetapi juga pintu strategis pembangunan pertanian untuk seluruh Papua Selatan. Jika didukung secara serius dalam skema Proyek Strategis Nasional (PSN), pertanian bisa menjadi pilar kemakmuran masyarakat setempat,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa masyarakat Papua Selatan, khususnya di Merauke, membutuhkan perhatian lebih dalam bentuk pendampingan, pembangunan infrastruktur, serta distribusi alsintan yang merata dan adil. Menurutnya, pertanian yang tangguh tidak bisa berdiri tanpa petani yang sejahtera.
“Papua Selatan memiliki potensi, punya sumber daya alam, dan punya semangat. Yang dibutuhkan adalah keberpihakan. Kita harus membangun sistem pertanian yang bukan hanya produktif, tapi juga menciptakan keadilan ekonomi bagi rakyat Papua Selatan,” pungkasnya.
Sularso menyatakan komitmennya untuk terus mengawal isu-isu strategis pertanian dari Papua Selatan ke tingkat nasional, sebagai bagian dari perjuangan mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia yang berbasis pada keadilan, keberlanjutan, dan kesejahteraan masyarakat adat.
- Putusan Musda Calon Ketua Demokrat Papua, LE dan RHP Siap Mengikuti Fit And Proper Test Tim 3.
- Tokoh Muda Lembah Baliem Dukung William Hendrick Ketua Umum HIPMI Periode 2026-2029
- Empat Kampung Bori Raya Siap Menangkan Calon Bupati dan Wakil Bupati Maybrat Murafer-Sollosa Periode 2024-2029
