Laga ketat harus dijalani pasangan ganda putra Indonesia Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin. Mereka benar-benar harus bekerja keras untuk bisa lolos ke semifinal China Open 2024.
- Terus Bertambah, 52 Pemain Liga 1 Terkonfirmasi Positif Covid-19
- Pemda Apresiasi Penyelenggaraan Lomba-lomba Memperingati HUT ke-66 PI GGRI-P di Boven Digoel
- Turnamen Bola Yalimo Cup 1 Resmi Bergulir, Ketua KONI : Ajang Untuk Seleksi Atlit-atlit Menuju PON 2024
Baca Juga
Pasangan Fikri/Daniel menyudahi perlawanan ganda putra Denmark, Rasmus Kjaer/Frederik Sogaard, dengan skor ketat: 21-19, 21-19 di Olympic Sports Center Gymnasium, Jumat (20/9).
"Bersyukur bisa memenangkan pertandingan, tapi hari ini permainan kami tidak cukup keluar. Kami harus memperbaikinya lagi di laga semifinal besok," ucap Daniel Marthin dikutip laman resmi PBSI, Jumat (20/9).
"Di permainan depannya kami lebih pegang saat sudah tertinggal. Pergerakannya dipaksa lebih cepat," sambungnya.
Senada, Fikri juga menyebut laga perempat final melawan pasangan Denmark hampir menjadi bumerang bagi mereka. Fikri mengakui pergerakannya cukup lambat, kalau tidak bisa dibilang lebih buruk dari pertandingan sebelumnya.
"Di gim kedua setelah tertinggal baru coba memaksa, coba nekat baru ketemu caranya. Penerapan strategi yang tepat baru di akhir laga, kami pegang servis dan pukulan awal satu dan duanya. Dari situ banyak dapat poin dan lawan balik tertekan," paparnya.
Terkait lawan yang akan dihadapi di semifinal, Fikri memastikan akan mempelajari lebih dulu gaya bermain mereka.
"Besok lawan Goh (Sze Fei)/(Nur) Izzuddin, minggu lalu kami menang tapi di sini kondisi semua berbeda, jadi harus dipelajari lagi permainannya seperti apa," pungkasnya. 
- Jelang Hadapi Korsel, Timnas U-19 Indonesia Masih Sibuk Adaptasi Cuaca
- Skor 3-0, Persipura Jayapura Kembali Mengalami Kekalahan Atas Barito Putera
- Fix,Papua Ikut PON Aceh-Sumut, Ini Jadwal Keberangkatan Kontingen