Terminal Peti Kemas Merauke Perkuat Budaya K3 Melalui Emergency Drill

Merauke – PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) melalui Terminal Peti Kemas (TPK) Merauke menggelar Emergency Drill atau simulasi tanggap darurat kebakaran dan gempa bumi pada hari Jumat, 8 Mei 2026. Kegiatan pelatihan ini sebagai upaya memperkuat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan operasional pelabuhan.


Pelatihan ini diikuti oleh para pekerja dan personel operasional dengan skenario penanganan kondisi darurat yang dirancang menyerupai situasi sebenarnya. Simulasi dimulai dari proses evakuasi pekerja, koordinasi penanganan darurat, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga pengamanan area kerja.

Terminal Head TPK Merauke, Muhammad Rasul Irmadani mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan ini menjadi bagian yang penting dalam membangun kesiapsiagaan personel menghadapi potensi keadaan darurat di area pelabuhan yang memiliki aktivitas operasional tinggi.

“Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh pekerja semakin siap dan sigap dalam menghadapi potensi keadaan darurat, sehingga risiko terhadap keselamatan pekerja maupun operasional perusahaan dapat diminimalisir,” ujarnya.

Muhammad Rassul menambahkan, pelaksanaan Emergency Drill ini juga merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, tertib, dan sesuai dengan standar keselamatan dan kesehatan kerja.

Dalam simulasi yang dilakukan, para peserta mendapatkan pemahaman langsung terkait prosedur penanganan keadaan darurat, mulai dari langkah penyelamatan diri hingga koordinasi antarpersonel saat situasi krisis berlangsung.

Salah satu peserta drill, Raden Ernandy K. Aribowo menilai bahwa kegiatan simulasi menjadi penting untuk meningkatkan kesiapan pekerja dalam menghadapi situasi darurat di lapangan.

“Dengan adanya simulasi seperti ini, kami menjadi lebih memahami langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi keadaan darurat sehingga dapat bertindak lebih cepat dan tidak panik,” katanya.

PT Pelindo Terminal Petikemas memastikan kegiatan pelatihan dan simulasi keselamatan akan terus dilakukan secara berkala dan konsisten sebagai bagian dari upaya peningkatan kesadaran budaya K3, sekaligus mendukung kelancaran operasional dan pelayanan kepelabuhanan yang aman dan optimal.