Belakangan ini Kabupaten Merauke dihebohkan dengan sebuah video viral yang memperlihatkan protes dari salah seorang keluarga pasien di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Merauke terkait dengan dugaan penolakan terhadap salah seorang pasien yang datang untuk meminta tolong saat sedang dalam keadaan sekarat.
- Hujan Deras Mengguyur Kota Jayapura Mengakibatkan Ribuan Rumah Warga Terendam
- Bukan Warga Sipil, Lima Anggota KST Tewas Setelah Kontak Senjata
- Keluhan Orang Tua Peserta Tes IPDN di Asmat: Mempertanyakan Transparansi Pengumuman Hasil
Baca Juga
Dan beberapa saat setelah penolakan tersebut pasien ayng dimaksud kemudian dinyatakan meninggal dunia di RSUD Merauke. Video itu kemudian menjadi viral di media sosial, dan kemudian membuat RSAL Merauke menuai hujatan dari piblik di dunia maya, dan juga membuat semua kalangan angkat bicara guna menyikapi insiden tersebut, apalagi seusai dengan pernyataan pada video itu bahwa insiden tersebut dialami oleh seorang anak dari suku Marind yang meripakan suku asli Merauke.
Salah satunya Lembaga Masyarakat Adat Malind Anim Ha yang kemudian dengan alasan demi menjaga kondusifitas di Kabupaten Merauke terpaksa harus mengeluarkan pernyataan sikap yang kemudian menuai berbagai kritikan dari berbagai kalangan. Salah satunya kritikan dari Advokat Gabriel Ndawi Ndicken yang saat ini sedang mengejar karier pengacaranya di dijawa tepatnya di Semarang Indonesia.
Dalam penyampaiannya Gabriel Ndawi Ndicken menyampaikan pesan yang cukup keras terhadap LMA Malind Anim Ha serta terhadap pihak RSAL Merauke, yang mana pernyataan sikap dari Adokat Gabrilen Ndawi Ndicken dapat disaksikan pada video di deskripsi berita ini.
- Pemda Kabupaten Asmat Gerak Cepat Adakan Rapat Penanganan Kebakaran Pasar Dolog
- Satu Prajurit Gugur Setelah Kontak Tembak Dengan KKB
- Seorang Nelayan Ditemukan Tak Bernyawa di Pabrik Es Lampu Satu