Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Edoardus Kaize dan Paskalis Letsoin melakukan reses di wilayah Kampung Buti, Kelurahan Samkai, Distrik Merauke, Minggu (2/8).
- Sekjen MUI: MIF 2024 Momentum Populerkan Sistem Ekonomi Syariah
- Pemuda Muyu dan Wambon Dukung Keputusan MRPS Terkait Penetapan Status OAP
- Yoseph Bladib Gebze dan Fauzun Nihayah Resmi Mendapatkan Dukungan Partai Nasdem untuk Pilkada Merauke 2024
Baca Juga
Kunjungan tersebut merupakan yang kedua kali setelah dilakukan kunjungan pertama di komplek Gudang Arang, Sabtu (1/8) lalu.
Dalam pertemuan yang berlangsung hikmad tersebut, terlihat kedua legislator ini mendengar cukup banyak aspirasi dari masyarakat lokal Buti.
Edoardus Kaize saat diwawancarai reporter RMOL Papua mengatakan, dari hasil reses yang dilakukannya dirinya mendengarkan cukup banyak keluhan dan tantangan mulai dari pendidikan dan ekononomi yang dihadapi dari masyarakat diwilayah ini.
Padahal, posisinya berada di wilayah ibu Kota Kabupaten.
"Kampung Yobar (Buti) ini kan letaknya berada ditengah kota, sedangkan yang kita dengar begitu banyak tantangan yang dihadapi disini, baik itu pendidikan susah, ekonomi susah, padahal tidak jauh dari kota," ucap Edoardus.
Bahkan menurut Edoardus, masyarakat lokal Buti sampai saat ini masih harus menyewa jaring untuk menangkap ikan, sehingga dirinya akan membantu memberikan bantuan berupa jaring.
"Yang terjadi disini masyarakat khususnya nelayan masih sangat kesulitan, bahkan untuk menjaring ikan saja mereka masih harus menyewa jaring dari nelayan Bugis Makassar, makanya tadi mereka minta supaya bisa dapat jaring, maka jaring kami akan bantu," jelasnya.
Selain itu, terkait masalah pendidikan juga menurut Edoardus masih belum ada sentuhan dari pemerintah, karena anak-anak diwilayah Buti masih harus berjalan kaki cukup jauh.
Sehingga, menurutnya tantangan hidup di kampung-kampung yang berada di pinggiran kota seperti kampung Buti jauh lebih besar ketimbang kampung-kampung yang berada jauh dari kota.
Sebab, masyarakat pada kampung lokal yang berada di pinggiran kota harus berhadapan dengan perkembangan zaman dan juga harus bersaing dengan banyak orang dari luar.
- KPU Mappi Buka Pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati 2024
- Legislator DPR Papua H.Jayakusuma Apresiasi Trobosan Menteri ESDM ketersedian BBM Jelang Natal Dan Tahun Baru 2025
- Mantan Ketua KKSS H. Sakaruddin Nyalakan Keseriusannya Maju Bacawabup Jayapura



