Polarisasi dalam mendekati tahun politik atau pemilihan umum (Pemilu) 2024 biasanya marak terjadi.
- Ada Peran BIN Dalam Pembebasan Kapten Philip Mehrtens
- MRP Lakukan Wawancara Pasangan Bakal Calon Tentang Keaslian Orang Papua
- Hasil Pemutahiran Data Pemilih KPU Mappi Terdapat Sebanyak 86.764 Pemilih
Baca Juga
Polri pun telah menyiapkan antisipasi sebagai untuk menghadapi hal tersebut dengan membentuk satuan tugas (Satgas) Nusantara.
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa Polri sudah menyiapkan Satgas Nusantara. Tujuannya, sebagai sistem pendingin dan kolaborasi dalam melakukan kegiatan literasi kepemiluan bagi masyarakat.
"Sosialisasi, dan pengingat apabila ada masyarakat atau kelompok tertentu yang menyebarkan, memviralkan konten-konten yang bersifat polarisasi, politik identitas, hoaks, akan kita ingatkan," kata Dedi, Jakarta Selatan, dikutip dari Kantor Berita RMOL, Minggu (19/6).
Nantinya bila pihak-pihak yang sengaja melakukan propaganda saat Pemilu akan dipanggil, lalu bila masih mengulangi kembali makan Dedi menyebut polisi akan menindak secara hukum.
"Apabila diingatkan, sekali dua kali masih melakukan tindakan yang sama, maka upaya penegakan hukum harus dilakukan. agar tidak terjadi lagi kegiatan seperti itu," kata Dedi.
Nantinya, Satgas bakal digabungkan menjadi satu dengan Operasi Mantap Brata dalam rangka pengamanan Pemilu 2024.
Operasi Mantap Brata sendiri akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
"Masih kami godok terus, berapa kekuatan, kemudian ancaman apa saja yang dimungkinkan akan terjadi, berapa sarpras yang digunakan ini semua masih digodok. Insha Allah dalam waktu dekat akan disampaikan," kata Dedi.
- Hadir di KTT ASEAN, Perdana Menteri Timor Leste Cium Tangan Iriana
- Venue Pasca PON Papua Butuh Perhatian, Sekum KONI: Perlu Regulasi Yang Baik Untuk Pengelolaannya
- Bahas Lintas Batas, Perdagangan, Pendidikan, Olahraga, Ketum KONI Papua Ungkap Pertemuan BLOM RI-PNG di Vanimo
