Merauke, 13 Desember 2025 — Setelah melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Pondok Pesantren Al-Munawwaroh, Anggota DPD RI asal Papua Selatan Sularso, S.E. melanjutkan agenda kebangsaannya dengan bertolak ke Yayasan Rohmatul Ummah Al-Khodijah, sebuah pesantren yang berada di kawasan Tanah Miring, Kabupaten Merauke. Kehadiran Sularso disambut hangat oleh para pengasuh pesantren, pendidik, serta para santri yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.
- Penyatuan Dualisme KNPI Kota Jayapura Cacat Administrasi Otniel Deda: Meninju Ulang Semua Tahapan
- Permendag 6/2022 Belum Efektif, Minyak Curah di Pasar Tradisional Masih Rp 17 Ribu per Liter
- Sepak Terjang Ferry Ellas, Anggota KKB Papua Yang Tewas Ditembak Satgas Nemangkawi
Baca Juga
Dalam kesempatan tersebut, Sularso kembali menegaskan pentingnya pemahaman dan pengamalan Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, pesantren merupakan salah satu pilar penting bangsa yang memiliki peran besar dalam membina generasi muda, tidak hanya dari sisi keagamaan tetapi juga pembentukan karakter kebangsaan.

“Santri memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai persatuan bangsa. Dengan pemahaman agama yang baik dan wawasan kebangsaan yang kuat, para santri akan menjadi generasi yang mampu merawat persaudaraan dan menjaga keutuhan NKRI,” ujar Sularso dalam pemaparannya.
Kegiatan berlangsung dengan suasana yang penuh kekeluargaan namun tetap substantif. Para santri aktif mengikuti materi dan terlibat dalam sesi tanya jawab, membahas berbagai isu kebangsaan, nilai toleransi, serta peran generasi muda pesantren dalam menghadapi tantangan zaman. Interaksi yang hidup tersebut menjadi gambaran bahwa santri di Tanah Miring memiliki semangat belajar dan kepedulian tinggi terhadap masa depan bangsa.
Sularso menyampaikan apresiasi atas semangat para santri dan komitmen pesantren dalam mencetak generasi yang berilmu sekaligus berkarakter kebangsaan. Ia menilai bahwa keberadaan lembaga pendidikan Islam seperti Yayasan Rohmatul Ummah Al-Khodijah sangat penting dalam menjaga keseimbangan antara nilai religius dan nasionalisme.
Dalam penegasannya, Sularso berharap agar nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar MPR RI tidak hanya sekadar dipahami secara teoritis, tetapi mampu dihidupkan dalam perilaku sehari-hari para santri—baik di lingkungan pendidikan, keluarga, maupun masyarakat. Dengan demikian, santri di Papua Selatan, khususnya Merauke, dapat menjadi motor penggerak kedamaian, persatuan, dan kemajuan bangsa.
- Hindari Perpecahan, MPI DPP KNPI dan OKP Rapat Menuju Kongres Hindari Perpecahan
- Ijtima Ulama Sulsel Ingin Sandiaga Uno jadi Capres 2024 untuk Hadirkan
- KPU Papua Selatan Lakukan Evaluasi dan Klarifikasi Jelang PSU di Boven Digoel