Boven Digoel, Papua Selatan – Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Boven Digoel, Novita Damayanti, menegaskan pentingnya sinergi antara BPS dan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 hingga menjangkau seluruh wilayah kampung di daerah tersebut.
- Mappi Bangkit! Penjabat Bupati Gomar Dorong Semangat Olahraga
- Beras Mahal, Masyarakat Boven Digoel Diminta Manfaatkan Pangan Lokal
- Tantangan dan Harapan dalam Implementasi Program JKN di Kabupaten Mappi
Baca Juga
Hal itu disampaikan Novita saat memberikan sambutan pada acara penutupan Pelatihan Calon Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Boven Digoel, Rabu (10/6/2026).
Dalam sambutannya, Novita mengapresiasi kehadiran dan dukungan jajaran pemerintah daerah pada kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan sensus ekonomi.
"Kami merasa didukung secara nyata oleh pemerintah daerah. Namun kami berharap dukungan ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan terus berlanjut hingga seluruh rangkaian Sensus Ekonomi 2026 selesai dilaksanakan," ujarnya.
Novita menekankan bahwa BPS tidak dapat bekerja sendiri dalam menjalankan pendataan ekonomi yang cakupannya mencapai seluruh wilayah Kabupaten Boven Digoel, termasuk 112 kampung yang tersebar hingga daerah terpencil. Karena itu, dukungan pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten, distrik maupun kampung, menjadi faktor penting dalam keberhasilan sensus.
Ia menjelaskan, BPS Boven Digoel telah menyiapkan 91 petugas untuk mendukung pelaksanaan sensus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 75 orang merupakan mitra statistik yang direkrut melalui proses seleksi sejak awal tahun 2026.
Menurutnya, sebagian besar petugas yang direkrut merupakan putra-putri asli atau masyarakat yang telah lama menetap di Boven Digoel sehingga memiliki pemahaman yang baik terhadap kondisi wilayah dan masyarakat setempat.
"Kami memberdayakan putra-putri daerah karena mereka mengenal karakter wilayah dan masyarakatnya. Dengan begitu, proses pendataan di lapangan dapat berjalan lebih efektif dan tidak ada pelaku usaha yang terlewat dari pencacahan," kata Novita.
Ia menambahkan, pelatihan yang baru saja ditutup merupakan tahap awal dari rangkaian panjang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebelum para petugas diterjunkan ke lapangan.
Para petugas, lanjutnya, diharapkan mampu menunjukkan integritas, profesionalisme, serta sikap ramah dalam berinteraksi dengan masyarakat. Sebab mereka akan menjadi representasi BPS saat melakukan pendataan langsung di kampung-kampung.
"Petugas sensus adalah wajah BPS di tengah masyarakat. Karena itu, kami berharap seluruh petugas dapat bekerja secara profesional, berintegritas, dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat," tuturnya.
Novita optimistis pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Boven Digoel dapat berjalan sukses berkat dukungan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait. Ia juga berharap situasi keamanan tetap kondusif sehingga seluruh tahapan pendataan dapat berlangsung dengan aman dan lancar.
"Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda penting untuk menyediakan data ekonomi yang akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan. Kami berharap seluruh proses dapat berjalan dengan baik demi menghasilkan data yang berkualitas bagi Indonesia," pungkasnya.
- BPS Boven Digoel Target Nilai 2,6 pada Indeks Pembangunan Statistik
- Penghargaan Internasional untuk Ny. Stefanie Gomar sebagai Pionir Penanggulangan Stunting
- Jhonlin Grup Kembali Datangkan 264 Alat Berat Dari Total 2.000 Unit di Merauke