DPW PPP Papua Selatan Tekankan Pembenahan Struktur Hingga Akar Rumput di Muscab III Boven Digoel

Boven Digoel, Papua Selatan - Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Papua Selatan, H. Samsudi, menegaskan komitmen pembenahan organisasi partai hingga ke tingkat paling bawah dalam Musyawarah Cabang (Muscab) ke-III DPC PPP Kabupaten Boven Digoel, Minggu (26/4/2026).


Dalam arahannya, Samsudi menyoroti pentingnya penguatan struktur di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan anak ranting yang selama ini kerap dianggap hanya sebagai formalitas.

“Selama ini masih ada anggapan bahwa anak ranting hanya formalitas, bahkan muncul istilah ‘tiba masa, tiba akal’. Ini yang tidak kita inginkan,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa konsolidasi organisasi harus dilakukan secara rutin, minimal setiap tiga bulan sekali, dengan turun langsung ke PAC dan anak ranting sebagai bentuk perhatian nyata dari DPC, DPW, hingga DPP kepada kader di tingkat bawah.

“Melalui kunjungan rutin, kita ingin membuktikan bahwa struktur di atas benar-benar peduli dan hadir untuk memperkuat kader di akar rumput,” ujarnya.

Samsudi juga mengajak seluruh kader untuk menjaga persatuan dan menghilangkan sekat-sekat internal partai. Ia menegaskan bahwa siapa pun yang terpilih dalam Muscab harus berpihak kepada rakyat serta memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya di Kabupaten Boven Digoel.

Selain itu, ia menekankan pentingnya evaluasi kinerja partai secara berkelanjutan agar ke depan PPP dapat menjadi lebih baik dan semakin dipercaya masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Samsudi juga mendorong DPC PPP Boven Digoel agar aktif memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Hal ini dinilai penting untuk mengubah persepsi publik yang masih mengaitkan politik dengan praktik uang.

“Kita harus memberikan pendidikan politik yang baik, agar masyarakat tidak selalu berasumsi bahwa politik itu identik dengan uang,” katanya.

Muscab III PPP Kabupaten Boven Digoel ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus pembenahan organisasi guna memperkuat peran partai dalam menghadapi dinamika politik ke depan.