Digoel, Papua Selatan - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Boven Digoel menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-III pada Minggu (26/4/2026) di Tanah Merah. Kegiatan ini mengusung tema "Merawat Persatuan Menuju Transformasi untuk Indonesia”.
- Kenius Kogoya: Kami Berikan Ruang kepada Kaum Perempuan Berkarir di Dunia Politik Bersama Partai Hanura
- Konflik Papua, Alumni PMKRI Usulkan Pemerintah Adakan Dialog Hati
- KPU Mappi Musnahkan Ribuan Surat Suara Lebih dan Rusak
Baca Juga

Ketua DPC PPP Kabupaten Boven Digoel, masa bakti 2021-2026 H. Basri Muhammadiyah, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga soliditas kader serta mendorong transformasi organisasi demi menghadapi tantangan politik ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan laporan pertanggungjawaban keuangan DPC PPP masa bakti 2021–2026. Menurutnya, pengelolaan keuangan partai bukan sekadar persoalan administratif, melainkan mencerminkan integritas dan kemandirian organisasi.
“Keuangan adalah instrumen vital dalam organisasi politik. Ini bukan hanya soal angka, tetapi juga bentuk transparansi dan tanggung jawab kepada seluruh kader,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sumber pendapatan partai selama periode tersebut berasal dari kontribusi anggota DPRD serta dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Boven Digoel yang dikelola sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Adapun penggunaan anggaran difokuskan pada beberapa sektor utama, antara lain operasional kantor, kegiatan konsolidasi dan kaderisasi hingga ke tingkat distrik, serta dukungan untuk pemenangan pemilu dan pemilihan kepala daerah.
Basri juga mengakui adanya tantangan geografis di wilayah Boven Digoel yang luas, sehingga berdampak pada tingginya biaya konsolidasi organisasi.
Meski demikian, ia menyebut DPC PPP Boven Digoel berhasil mempertahankan opini positif dalam audit internal partai serta menyampaikan laporan dana bantuan politik secara tepat waktu kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
Namun, keterbatasan dana bantuan politik masih menjadi kendala dalam menjalankan sejumlah program strategis, khususnya yang bersifat mendesak.
Ke depan, pihaknya berharap kepengurusan selanjutnya dapat meningkatkan sistem pengelolaan keuangan, termasuk melalui digitalisasi pelaporan agar lebih transparan dan akuntabel.

“Muscab ini menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan sekaligus melakukan pembenahan organisasi menuju PPP yang lebih modern dan responsif,” tutupnya.
- KPU Mappi Gelar Rapat Koordinasi Pemilukada 2024: Antusiasme Tinggi Sambut Tahapan Pemilihan
- Pelaku Pencari Senjata Api Untuk KKB Nduga Berhasil Diamankan Polisi di Intan Jaya
- Gubernur Papua Terus Diserang Berita Hoax Secara Masif dan Sistematis