Merauke, Papua Selatan– Calon Kepala Kampung Yasa Mulya, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Amiruddin, S.H.I., menyatakan komitmennya untuk menghadirkan pemerintahan kampung yang bersih, transparan, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat apabila dipercaya memimpin Kampung Yasa Mulya.
- Persiapan Pelantikan Pengurus KKSS Kota Jayapura, Pekan Ini Terlaksana
- Kapolres Boven Digoel Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Sosial Jelang Pilkada Serentak 2024
- MyPertamina Tebar Hadiah Hadir Kembali, Hanya Beli BBM Bisa Naik Haji
Baca Juga
Amiruddin menjadi peserta pertama yang mendaftarkan diri, didampingi sang istri, keluarga dan tim suksesnya dengan penuh keceriaan.


Amiruddin lahir pada 2 Juni 1984 dan merupakan warga Kampung Yasa Mulya, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke.
Ia menempuh pendidikan di SD Negeri 19 Negeri Langkeang, kemudian melanjutkan ke MTs dan MA Pondok Pesantren An-Nahdlah Sudiang, sebelum menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S-1) di STAI Yamra Merauke pada tahun 2010.
Dalam perjalanan organisasinya, Amiruddin pernah aktif di IPNU/IPPNU serta Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Ia juga memiliki pengalaman di bidang pendidikan dan pemerintahan, di antaranya mengajar di SMP Negeri 1 Kaptel, SD Al-Khodijah Yasa Mulya, serta menjadi anggota Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) Yasa Mulya sejak tahun 2020.
Dengan pengalaman tersebut, pemuda berdarah bugis ini berharap dapat mengabdikan diri untuk membawa Kampung Yasa Mulya menjadi kampung yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.
Ia mengusung motto kepemimpinan, "Bersama Membangun Yasa Mulya, Amanah dalam Memimpin, Adil dalam Melayani, Sejahtera untuk Semua."
Dengan mengusung visi "Terwujudnya Kampung Yasa Mulya yang maju, mandiri, aman, sejahtera, religius, transparan, dan berkeadilan melalui pemerintahan yang bersih serta pelayanan yang berkualitas.
Dengan pengalaman yang cukup matang saat bekerja di lembaga Pemerintahan dan organisasi kepemudaan, Amiruddin menawarkan berbagai program pembangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi efisiensi anggaran dana desa.
Menurut Amiruddin, pembangunan kampung tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang dimiliki, tetapi juga dari kemampuan pemerintah kampung mengelola potensi lokal serta melibatkan masyarakat dalam setiap proses pembangunan.
"Semangat gotong royong, transparansi, dan partisipasi masyarakat menjadi modal utama untuk membangun Kampung Yasa Mulya yang lebih baik," ujarnya, usai melakukan pendaftaran sebagai calon kepala kampung, Kamis (9/7/2026).

Dalam misinya, Amiruddin menitikberatkan pada sepuluh program utama yang mencakup perbaikan tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas pelayanan publik, pemerataan pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga menjaga keamanan dan kerukunan warga.
Ia juga berkomitmen mendukung kegiatan keagamaan, pendidikan Al-Qur'an, kepemudaan, olahraga, seni, dan budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.
Selain itu, pemberdayaan perempuan, pemuda, serta kelompok masyarakat akan menjadi salah satu fokus utama agar seluruh elemen kampung memiliki kesempatan berpartisipasi aktif dalam pembangunan melalui berbagai pelatihan dan kegiatan produktif.
Menyikapi kebijakan efisiensi anggaran dana desa, Amiruddin menilai pemerintah kampung harus mampu menyusun prioritas pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Beberapa program yang menjadi prioritas antara lain penguatan ketahanan pangan melalui kebun desa, budidaya sayuran, peternakan ayam, dan perikanan sederhana. Menurutnya, sektor pangan merupakan kebutuhan dasar yang harus terus diperkuat.
Di bidang infrastruktur, ia memprioritaskan pembangunan jalan lingkungan berskala kecil, drainase, serta penyediaan sarana air bersih dengan memanfaatkan sistem padat karya sehingga selain membangun fasilitas umum, program tersebut juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi warga.
Amiruddin juga mendorong optimalisasi budaya gotong royong melalui kerja bakti rutin yang melibatkan pemuda, PKK, serta seluruh elemen masyarakat dalam pembangunan fasilitas umum maupun menjaga kebersihan lingkungan.
Untuk meningkatkan perekonomian warga, ia berencana mengembangkan potensi lokal melalui pemberdayaan petani, pelaku UMKM, koperasi, serta Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam). Program tersebut akan didukung pelatihan keterampilan dan pemasaran produk secara digital menggunakan platform sederhana seperti WhatsApp dan Facebook.
Di bidang pelayanan publik, Amiruddin ingin menerapkan digitalisasi administrasi kampung secara bertahap dengan memanfaatkan aplikasi gratis dan sistem arsip digital sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, tertib, dan efisien.
Ia juga membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, hingga perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR) guna mendukung pembangunan kampung tanpa bergantung sepenuhnya pada dana desa.
Dalam pengelolaan keuangan kampung, Amiruddin menegaskan komitmennya untuk menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Seluruh penggunaan anggaran akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat melalui musyawarah kampung sehingga setiap program dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, keterbukaan informasi akan meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus meminimalkan potensi konflik dalam pelaksanaan pembangunan.
Beberapa program hemat anggaran yang telah disiapkan antara lain pengembangan kebun pangan keluarga, kolam ikan terpal, pelatihan UMKM berbasis rumah tangga, hingga pembentukan bank sampah sebagai upaya menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
.

- Hanura Papua Lolos Bersyarat Verifikasi Faktual, KK Bersyukur Tidak Ada Kendala
- Inspirasi dari Lomba Lari Mappi: Pelajar Obaa Menantang Diri di Kategori Marathon
- KPUD Boven Digoel Soroti Ketidaksesuaian Data Kependudukan