Sebagian besar pasien Covid-19 varian Omicron adalah tanpa gejala atau hanya bergejala ringan. Dengan begitu, isolasi mandiri (isoman) menjadi strategi perawatan yang paling tepat dalam menghadapi lonjakan kasus Omicron.
- Hanura Papua Minta Munas Dipercepat di Agustus, Dukung OSO Maju Kembali Sebagai Ketua Umum DPP Hanura
- Apolo Safanpo Himbau Seluruh Masyarakat Ciptakan Pilkada Yang Damai
- Hasil Pemutahiran Data Pemilih KPU Mappi Terdapat Sebanyak 86.764 Pemilih
Baca Juga
Hanya saja masalah muncul lantaran tidak semua rumah warga memenuhi syarat untuk dijadikan tempat isoman. Untuk itu, anggota DPD RI Fahira Idris meminta semua daerah untuk mempunyai tempat-tempat isolasi terpusat (isoter). Hal ini penting dipastikan untuk mencegah anggota keluarga lain tertular dan munculnya klaster-klaster keluarga.
“Fasilitas isoman terpusat juga sangat strategis untuk memastikan ketersediaan rumah sakit hanya untuk merawat pasien Omicron bergejala sedang, berat, kritis maupun yang memiliki kondisi komorbiditas tertentu,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (11/2). Dikutip dari Kantor Berita RMOL.
Varian Omicron tetap perlu diwaspadai. Khususnya kepada kelompok lansia dan komorbid. Dengan demikian, mereka yang positif Omicron diminta bisa benar-benar melakukan isoman dengan baik sehingga virus yang dikenal mudah menyebar itu terkendali.
“Jika kondisi rumah tidak memungkinkan maka harus dibawa ke fasilitas isoman terpusat demi mencegah terjadinya penularan, tutupnya. 
- Hasil Uji Kelayakan Anggota KPU-Bawaslu Diputus Malam Ini, DPR RI Diingatkan Penuhi 30 Persen Keterwakilan Perempuan
- Kekurangan Surat Suara Hantui Pemilu di Merauke, 600 Lebih Surat Suara DPR RI Masih Belum Terganti
- Berkas Pasangan Cagub dan Cawagub Elisa Kambu - Ahmad Nasrauw Dinyatakan Lengkap
