Sebagian besar pasien Covid-19 varian Omicron adalah tanpa gejala atau hanya bergejala ringan. Dengan begitu, isolasi mandiri (isoman) menjadi strategi perawatan yang paling tepat dalam menghadapi lonjakan kasus Omicron.
- Kasus Suap Pengesahan RAPBD Jambi Tahun 2017, KPK Panggil Bupati Tanjung Jabung Timur Romi Haryanto
- Kunjungi Relawan, Pasangan Romarin di Sambut Para Tokoh Sesepuh Bugis Makassar di Merauke
- Awasi Transaksi NFT di Indonesia, Kominfo akan Tindak Tegas Penyebaran Konten Melanggar Hukum
Baca Juga
Hanya saja masalah muncul lantaran tidak semua rumah warga memenuhi syarat untuk dijadikan tempat isoman. Untuk itu, anggota DPD RI Fahira Idris meminta semua daerah untuk mempunyai tempat-tempat isolasi terpusat (isoter). Hal ini penting dipastikan untuk mencegah anggota keluarga lain tertular dan munculnya klaster-klaster keluarga.
“Fasilitas isoman terpusat juga sangat strategis untuk memastikan ketersediaan rumah sakit hanya untuk merawat pasien Omicron bergejala sedang, berat, kritis maupun yang memiliki kondisi komorbiditas tertentu,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (11/2). Dikutip dari Kantor Berita RMOL.
Varian Omicron tetap perlu diwaspadai. Khususnya kepada kelompok lansia dan komorbid. Dengan demikian, mereka yang positif Omicron diminta bisa benar-benar melakukan isoman dengan baik sehingga virus yang dikenal mudah menyebar itu terkendali.
“Jika kondisi rumah tidak memungkinkan maka harus dibawa ke fasilitas isoman terpusat demi mencegah terjadinya penularan, tutupnya. 
- Jalin Koalisi, PDIP Bakal Dekati Hanura
- Masa Pendaftaran Calon Legislatif Partai Hanura Papua di Perpanjangan Hingga Sepekan
- Sabu Seberat 195,67 Gram, Ini Tangkapan Besar Diawal Tahun 2022
